Doa Buya Syafii untuk Tenaga Medis Indonesia

0
104

Oleh: Buya Syafii Maarif

KLIKMU.CO

Sebagai orang tua yang sudah berusia 85 tahun, saya benar-benar merasa pedih, perih, dan prihatin dengan keadaan ini. Saya sudah berkurung di rumah karena rentan. Tapi jiwa saya tergoncang melihat tenaga kesehatan yang sudah ratusan meninggal. Dokter sudah 104 sampai detik ini.

Apakah memang harus begitu atau memang kita kurang mempersiapkan mereka dengan alat pelindung badan? Mungkin lihat negara lain, kalau di negara lain juga begitu, berarti memang ini tidak perlu kita terlalu menyesali.

Tapi kalau negara lain tenaga dokternya yang meninggal tidak banyak, padahal kita sebanyak macam ini, berarti ada sesuatu yang salah, ada sesuatu yang keliru yang harus diperbaiki.

Saya tidak bisa membayangkan, dokter yang masih muda, spesialis, mereka berada di garda paling depan di dalam tugas kemanusiaannya. Sesungguhnya batin saya merintih menghadapi ini, tetapi di atas itu semua, karena kita makhluk Allah, makhluk sosial, dan tugas ini, melawan Covid-19 adalah tugas bersama.

Saya berharap sesudah ini tidak ada lagi tenaga kesehatan dan para dokter yang harus wafat setelah dilengkapi dengan alat pelindung badan. Kepada Allah saya berdoa, mudah-mudahan sahabat-sahabat kita yang sudah wafat, apakah itu rakyat banyak, tenaga kesehatan, dan para dokter, kita doakan semoga mereka diterima Allah di tempat yang layak sesuai dengan amal kemanusiaan mereka yang luar biasa hebatnya, luar biasa tinggi dedikasinya.

Saya rasa itu dari saya. Salam untuk semua, salam prihatin. Tadi saya juga dengar Gus Mus. Marilah kita jaga kesehatan. Jalani protokol kesehatan, jaga jarak, memakai masker, dan juga mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here