Doa Muhammadiyah untuk KRI Nanggala-402

0
273
KRI Nanggala-402. (Foto Jawa Pos)

KLIKMU.CO – Keluarga besar Muhammadiyah turut berdoa atas musibah yang menimpa KRI Nanggala-402 di perairan utara Laut Bali 21 April lalu. Kapal yang mengangkut 53 kru tersebut baru saja dinyatakan tenggelam –beberapa yang lain menyebut bukan tenggelam, melainkan misi menjaga laut selamanya– oleh Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto.

“Keluarga besar Muhammadiyah mendoakan semoga 53 kru KRI Nanggala-402 yang hilang kontak (tenggelam, Red) di perairan utara Bali di bawah Kapten Heri Oktavian diberi keselamatan oleh Allah SWT,” kata Ketua Umum PP Muhammadiyah Prof Dr Haedar Nashir MSi, Sabtu (24/4/2021).

Haedar melanjutkan, segenap kekuatan TNI terus melakukan pencarian dengan mengerahkan segala kemampuan. Pihak terkait seperti Basarnas dan negara-negara tetangga juga telah membantu dengan kekuatan maksimal. “Semoga kapten dan semua awak dapat ditemukan dalam keadaan selamat,” ujarnya.

Semua pihak terus berikhtiar secara maksimal. Karena itu, Haedar berharap semoga diberi jalan kebaikan dan kemudahan oleh Allah Yang Mahakuasa. “Kepada segenap warga bangsa juga dimohon doa dan dukungannya sebagai wujud solidaritas sosial sesama keluarga besar bangsa,” tuturnya.

Kepada segenap anggota keluarga 53 awak kapal, Haedar berharap agar mereka berdoa kepada Tuhan Yang Mahakuasa dengan disertai kesabaran dan ketabahan.

Hal senada disampaikan Prof Abdul Mu’ti MEd, sekretaris umum PP Muhammadiyah. Menurut Mu’ti, tenggelamnya kapal tersebut tidak hanya merupakan duka bagi keluarga, tapi juga duka bagi seluruh bangsa Indonesia.

Para putra terbaik bangsa itu, kata dia, telah gugur. Karena itu, sudah selayaknya pemerintah Indonesia memberikan penghargaan sepantasnya kepada mereka yang gugur. Selain itu, keluarga yang ditinggalkan perlu diberi santunan.

“Kami menyampaikan dukacita yang mendalam atas musibah tenggelamnya kapal KRI Nanggala-402 ini,” tandasnya.

Sebelumnya, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto menyatakan isyarat subsunk (tenggelam) bagi KRI Nanggala-402 usai pencarian selama 72 jam. Diketahui Sabtu dini hari kemarin pukul 03.00 persediaan oksigen yang ada dalam kapal telah habis.

“Pagi dini hari tadi (kemarin) merupakan batas akhir live support berupa ketersediaan oksigen di KRI Nanggala selama 72 jam. Unsur-unsur TNI-AL telah menemukan tumpahan minyak dan serpihan yang menjadi bukti otentik menuju fase tenggelamnya KRI Nanggala-402,” kata Hadi Tjahjanto dalam konferensi pers dikutip dari Kompas.com, Sabtu (24/4/2021).

Barang-barang yang ditemukan, antara lain, pelurus tabung torpedo, pembungkus pipa pendingin, dan botol oranye pelumas periskop kapal selam. Ada pula alat yang dipakai ABK Nanggala untuk shalat dan spons untuk menahan panas pada presroom.

“Dengan adanya bukti otentik Nanggala, saat ini kita isyaratkan dari submiss (hilang) menjadi subsunk (tenggelam),” imbuh Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Yudo Margono. (AS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here