Dosen UMM Bantu Tingkatkan Perekonomian Warga Kepulauan Sapeken

0
149
Husamah MPd saat membantu warga di Sapeken, Sumenep, Madura. (Istimewa/Klikmu.co)

KLIKMU.CO – Tiga dosen Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) melakukan pengabdian berupa Program Penerapan Teknologi Tepat Guna (PPTTG). Ketiganya, Dr Iin Hindun MKes, Ir Mulyono MT, dan Husamah MPd, menggaet warga di Kepulauan Sapeken, Kabupaten Sumenep, dalam pelaksanaannya. Tiga dosen ini fokus mengatasi permasalahan pada kelompok industri rumah tangga (IRT) dan juga kelompok nelayan.

Agenda pengabdian itu mendorong IRT yang diberi nama Dapoer Emmak untuk lebih produktif dan menghasilkan lebih banyak produk makanan. Selain itu, program ini menggaet kelompok nelayan yang bertujuan untuk meningkatkan pendapatan yang sudah ada melalui teknologi tepat guna.

Saat ditemui di kantornya, Iin Hindun menjelaskan bahwa kedua kelompok tersebut memiliki beberapa masalah. Salah satunya adalah tingkat higienitas pada produk olahan hasil laut yang dirasa kurang maksimal.

Hal tersebut disebabkan alat yang kurang memadai. Selain itu, alat yang digunakan tidak tahan lama dan cepat rusak. Sementara itu, kelompok nelayan merasa bahwa hasil tangkapannya kurang serta tidak tahan lama. Ketahanan bahan bakar juga menjadi masalah bagi nelayan setempat.

“Melihat beberapa masalah ini, kami tergerak untuk memberikan peningkatan dan pemanfaatan teknologi tepat guna (TTG) yang bisa menjadi solusi untuk IRT dan nelayan,” tegasnya.

Ketiga dosen UMM tersebut memberikan alat penyuir daging ikan untuk memudahkan pembuatan abon. Alat penyuir abon tersebut sekaligus menjadi jawaban untuk masalah produksi makanan yang tidak tahan lama. “Tingkat kebersihan produk juga meningkat seiring penggunaan alat ini. Produksi makanan yang dihasilkan kelompok Dapoer Emmakn jadi lebih higienis,” ungkap Iin.

Di samping itu, mereka memberikan solusi akan ketahanan bahan bakar yang dialami oleh nelayan setempat. Energi Solar menjadi jawaban atas masalah tersebut. Dengan menggunakaan alat tersebut, nelayan bisa menghemat biaya bahan bakar. Selain itu juga menghilangkan rasa takut nelayan akan kehabisan bahan bakar di tengah perjalanan.

Cukup sampai di situ, ketiganya juga memberikan pendingin ikan dalam perahu. Nantinya pendingin itu dapat membuat tangkapan para nelayan menjadi lebih awet dan tahan lama. “Bahan bakar berbasis solar cell ini menjadi inovasi tersendiri dalam memudahkan nelayan sapeken yang takut bakan bakarnya cepat habis. Sementara alat pendingini bisa memperlambat proses pembusukan ikan sehingga tangkapan jadi lebih tahan lama,” pungkas Iin Hindun. (Rochmatika/AS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here