DPP IMM: Polisi Penembak Immawan Randi Sudah Ditetapkan sebagai Tersangka

0
362
DPP IMM saat menggelar konferensi pers bersama Majelis Hukum dan HAM PP Muhammadiyah. (Istimewa/KLIKMU.CO)

KLIKMU.CO

Assalamualaikum wr. wb.

Semoga Allah SWT melimpahkan nikmat sehat, nikmat iman, dan nikmat Islam kepada kita semua.
Berikut ini adalah rilis yang sampaikan DPP Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) terkait proses hukum atas kasus yang menimpa almarhum Immawan Randi, mahasiswa Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Halu Oleo yang tewas terkena butir peluru oleh aparat saat unjuk rasa di Sulawesi Tenggara pada 26 September lalu.

A. Penetapan Tersangka
Anggota Reserse Kriminal Polres Kendari Brigadir AM (Abdul Malik) ditetapkan menjadi tersangka atas tertembaknya Immawan Randi. Hal ini disampaikan oleh Kepala Subdirektorat V Direktorat Tindak Pidana Umum Polri Kombespol Chuzaini Patoppoi dan kini ditahan di Rumah Tahanan Bareskrim Polri.

B. Bukti-Bukti
1. Hasil uji balistik terhadap proyektil dan selongsong peluru yang ditemukan di lokasi kejadian. Ada kecocokan antara peluru dengan selongsong tersebut dengan senjata Brigadir AM.
2. Hasil visum dari Immawan Randi.
3. Keterangan 25 orang saksi, termasuk dokter yang menangani Immawan Randi.

C. Sanksi Disiplin
Enam orang polisi terbukti membawa senjata api dalam pengawalan aksi. Sanksi disiplin berupa teguran tertulis, penundaan kenaikan, penundaan gaji berkala, dan penundaan pendidikan selama satu tahun.

D. Tunggu Inkrah
Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Muhammad Iqbal mengatakan, Brigadir AM masih anggota polisi meski sudah berstatus tersangka. Status keanggotaan Brigadir AM sebagai polisi akan diputus setelah adanya putusan berkekuatan hukum tetap atau inkrah atas kasusnya. Dia masih memiliki hak praduga tidak bersalah.

Brigadir AM disangkakan dengan pasal 351 ayat 3 dan atau pasal 359 KUHP subsider pasal 360 KUHP dengan ancaman hukuman tujuh tahun penjara. Brigadir AM telah dibawa ke Bareskrim Polri untuk dimintai keterangan lebih lanjut dan saat ini sudah ditahan di Rumah Tahanan Bareskrim Polri. Kemudian berkas perkara akan dilimpahkan ke jaksa penuntut umum untuk dilakukan sidang di pengadilan umum.

Dalam hal ini, DPP IMM berkomitmen penuh untuk mengawal kasus tertembaknya Immawan Randi sampai tuntas. DPP IMM bekerja sama dengan Majelis Hukum dan HAM PP Muhammadiyah, KontraS, Komnas HAM, YLBHI, dan Amnesti Internasional.

Senin depan keluarga almarhum Immawan Randi (Bapak & Ibu) akan terbang menuju Jakarta dan akan dilibatkan secara langsung dalam proses pengawalan kasus ini.
Dalam hal ini, DPP IMM bersama Majelis Hukum dan HAM PP Muhammadiyah akan melakukan proses advokasi bersama LSM HAM lainnya untuk melakukan proses pendampingan non-litigasi, yaitu melakukan audiensi yang meliputi:
1. Ombudsman 11 Des pukul 10.00 WIB
2. Komnas HAM 11 Des pukul 13.00 WIB
3. Mabes Polri 12 Des pukul 10.00 WIB
4. DPR RI 12 Des pukul 13.00 WIB
5. LPSK 13 Des pukul 13.00 WIB

Untuk itu, kasus ini perlu dikawal bersama agar keadilan atas meninggalnya Immawan Randi dan Yusuf Kardawi pada khususnya bisa selesai dengan tuntas. Kami DPP IMM memberikan apresiasi yang tinggi kepada PC IMM Ciputat atas keberaniannya melakukan keterangan via media sosial yang telah ditujukan kepada kami dan instansi lainnya.

Kemudian mari kita semua bergandengan tangan, saling menguatkan, dan apabila ada informasi tambahan berkaitan dengan penyelesaian kasus ini diharapkan bisa langsung menghubungi DPP IMM dengan DM pesan ke akun ini atau kontak person DPP IMM.

Teruntuk kader IMM se-Indonesia dan di luar negeri, silakan dibaca berita-berita termutakhir terkait dengan kasus alm Immawan Randi via media atau tabayun kepada DPP IMM.

Demikian keterangan yang kami sampaikan
Billahi Fii Sabililhaq Fastabiqul Khairat
Wassalamualaikum wr. wb.

Tertanda
Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here