Dr. dr. Sukadiono, MM: Lazismu Harus Sejalan dengan Prinsip Gerakan Muhammadiyah

0
117
Dr. dr. Sukadiono, MM memberi Pengarahan kepada pengurus Lazismu Se Jawa Timur di Pusat Gedung Dakwah Muhammadiyah Kota Surabaya

KLIKMU.CO – Lembaga Amal Zakat Infaq dan Shodaqoh Muhammadiyah (LAZISMU) merupakan salah satu lembaga publik. Karena itu, harus memenuhi prinsip akuntabilitas, transparansi, profesionalitas dan modernisasi.

Hal tersebut disampaikan Dr. dr. Sukadiono, MM. Bendahara Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWPM) Jawa Timur (Jatim) dalam membuka agenda Silaturrahim dan Rapat Koordinasi Khusus (Rakorsus) Lazismu PWM Jatim berlangsung di Pusat Gedung Dakwah Muhammadiyah Kota Surabaya, Sabtu (7/7).

Bagi Pak Suko, begitu sapaan akrab Dr. dr. Sukadiono, MM. akuntabilitas atau pertanggungjawaban hendaknya menjadi prinsip irama dari sebuah lembaga publik. Pasalnya, menyangkut trust atau kepercayaan masyarakat.

Menurutnya, dalam sebuah akuntabilitas diderivasi lagi menjadi dua macam. Yakni, akuntabilitas vertikal dan horizontal. Sebuah akuntabilitas vertikal, sangat berkaitan dengan nilai amanah. Karena itu, lanjut Pak Suko harus disemangati dengan ketaqwaan.

“Hal ini sejalan dengan doktrin Muhammadiyah, bahwa gerakan dakwah selalu mengutamakan nilai ketauhidan,” tandas Rektor UMSurabaya dua periode ini. Karena apapun bentuk gerakan perjuangan selalu didasarkan pada keridhoan dan diridhoi Allah Swt.

Dia menjelaskan, akuntabilitas vertikal atau spiritualitas, dengan sendirinya akan merangkum dan berimbas pada aspek akuntabilitas horizontal. Yang mana, akan timbul kepercayaan dengan sendirinya sebab selalu didasari pada prinsip profesionalitas, transparansi dan modernisasi.

“Kalau kita tidak mengikuti perkembangan zaman, maka kita akan ditinggalkan oleh zaman itu sendiri.Saya yakin orang Muhammadiyah adalah orang yang selalu mengikuti perkembangan, sebab orangnya semua terdidik,” ungkapnya dengan mengapresiasi akan diberlakukan virtual counting di Lazismu Jawa Timur.

Ia juga menyinggung, dalam prinsip silaturrahim hendaknya dibangun open mind, terbuka cara pandangnya. Dengan demikian, akan terbentuk positif thinking.

“Jangan close mind, tertutup pikiran. Inilah yang membuat kita berfikir negative,” katanya. Karenanya para pengurus atau pimpinan harus sabar, termasuk sabar menerima komplain dan harus pintar-pintar menjemput bola.

Hadir dalam kesempatan itu, Drs. H. Hamri Al-Jauhari, M.Pd.I Wakil Ketua PDM Kota Surabaya, H. M Arif An, SH. Sekretaris PDM Kota Surabaya dan seluruh pengurus Lazismu tingkat daerah se-Jawa Timur. (Kholiq)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here