Dua Bulan Lagi Pemuda Muhammadiyah Luncurkan Ojek Online Sendiri

0
743
Peluncuran logo FAST Pemuda Muhammadiyah bersama Menko PMK Muhadjir Effendy. (Foto istimewa)

KLIKMU.CO – Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah segera meluncurkan aplikasi FAST dua bulan ke depan. Jasa layanan ojek dan kurir secara nasional ini bertujuan untuk membantu menggerakkan ekonomi umat.

Koordinator program Neri Yulianto mengungkapkan, program layanan ekonomi umat berbasis teknologi ini dianggap patut dilakukan sebagai jawaban nyata Pemuda Muhammadiyah sebagai pemecah masalah, bukan penambah masalah. Aplikasi ini segera dirilis ke publik. Saat ini mereka tengah merampungkan finalisasi.

“Satu sampai dua bulan ke depan di-launching sehingga nanti baik driver maupun mitra bisa men-download melalui Appstore maupun Playstore,” ungkapnya.

Neri menjelaskan, aplikasi FAST juga dilengkapi layanan infak. Dengan begitu, aplikasi ini akan sangat membantu masyarakat umum yang membutuhkan jasa antar jemput, antar makanan, dan antar obat sebagaimana aplikasi lainnya.

Peluncuran logo FAST ini dilakukan bersama Menko PMK Muhadjir Effendy pada penutupan Tanwir 1 Pemuda Muhammadiyah di Manado, Sulawesi Utara, Ahad lalu (4/4/2021). Aplikasi FAST dengan moto “Solusi Cepat dan Amanah” ini merupakan finalisasi dari aplikasi KOJEK yang telah diujicobakan secara baik oleh Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah Bumiayu.

“Saya suka melihat anak-anak muda mampu melihat peluang IT sehingga bisa bersaing. Dan yang paling penting adalah bagaimana aplikasi ini mampu menjadi pelopor, bukan sekadar bisnis, tapi bagaimana mampu memberikan manfaat bagi masyarakat luas,” terang Muhadjir Effendy.

Muhadjir juga menyinggung soal soal mudik Lebaran. “Organisasi kepemudaan, termasuk Pemuda Muhammadiyah, harus memanfaatkan momentum masalah yang ada di Indonesia. Misalnya soal larangan mudik,” ujarnya.

Muhadjir mengakui, aktivitas mudik mampu mendorong pergerakan orang dari satu daerah ke daerah lain sehingga berujung pada peningkatan daya ekonomi. Namun, mudik juga dapat berdampak terhadap semakin meluasnya persebaran Covid-19.

Untuk itu, ungkap mantan rektor Universitas Muhammadiyah Malang tersebut, kebijakan peniadaan mudik yang ditetapkan pemerintah merupakan salah satu bagian dari upaya untuk menekan persebaran Covid-19.

“Mudik itu memang untungnya menggerakkan orang untuk menggerakkan roda ekonomi. Tapi, nanti kalau Covid itu terjadi, biaya penanganan Covid tidak akan cukup dari keuntungan ekonomi (mudik),” tegasnya.

Apalagi, terang dia, pemerintah saat ini sedang berpikir keras untuk menekan pengeluaran yang dibutuhkan akibat penanganan Covid-19. Oleh karenanya, sangat diperhitungkan antara perdagangan ekonomi dan risiko penanganan Covid-19.

“Saya juga ingin pemuda Muhammadiyah harus berpikir terbuka, bersinergi, membangun kolaborasi satu sama lain,” tandasnya. (AS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here