Dua Kader Terbaik Surabaya Berikan Sumbangsih Terbaiknya untuk Dakwah Muhammadiyah

0
894
Choirul Anam (tengah) bersama Andi Hariyadi (kanan) saat berdiskusi dalam penulisan buku sejarah Muhammadiyah Kota Surabaya. (Andi/Klikmu.co)

KLIKMU.CO – Pertengahan bulan Rajab 1442 H yang berarti kurang dari setengah bulan menuju bulan Ramadan, ada dinamika beruntun dari rasa duka menuju bahagia yang dirasakan keluarga Muhammadiyah Surabaya. Namun, itulah bagian dari warna perjuangan yang harus tetap optimistis dan produktif.

Demikian disampaikan Andi Hariyadi, sekretaris Tim Penulisan Sejarah Muhammadiyah Surabaya, kepada Klikmu.co, Senin (29/3/2021).

Ada dua peristiwa beruntun dari proses dinamika dakwah Muhammadiyah Surabaya yang menjadi momen mengharukan. Pertama, duka mendalam atas meninggalnya Choirul Anam sebagai anggota Tim Penulisan Sejarah Muhammadiyah Surabaya pada Sabtu (27/3/2021).

“Di saat proses penulisan buku sejarah Muhammadiyah Surabaya pada rentang waktu 1921 sebagai awal berdirinya Muhammadiyah di Surabaya hingga 1945 sebagai wujud perjuangan meraih kemerdekaan bangsa. Buku yang diberi judul Pergolakan Mencari Jati Diri sudah selesai dan sekarang masih proses  editing,” ujarnya.

Ki Anam, begitu panggilan akrabnya, dalam waktu tiga bulan mampu merampungkan tulisan sejarah Muhammadiyah Surabaya yang meski saat ini masih minim referensi sejarah di usia seabad dakwah Muhammadiyah Surabaya. Setelah mencari beberapa buku referensi, Ki Anam bersama tim sempat melakukan wawancara di bulan Februari di kantor PDM Surabaya kepada Ustadz Hari selaku anak Wisatmo yang menjadi Wali Rongpoloh untuk menggali seputar keberadaan Masjid Sholeh di Kaliasin Surabaya. Ia jadi kader penyokong perjuangan bersama KH Mas Mansur.

“Terus dilanjutkan wawancara dengan Ustadz Luqmanto selaku ketua PCM Bulak Surabaya untuk menggali data sejarah Masjid Sholihin Sukolilo. Kemudian berkonsultasi sudah lima kali kepada Prof Aminudin Kasdi,” ujar Andi. Akan tetapi, Ki Anam telah meninggalkan kita semua. Meski begitu, almarhum telah “mewariskan” karya sejarah Muhammadiyah Surabaya.

Kedua, beberapa hari kemudian, tepatnya Ahadnya (28/3/2021), Muhammadiyah Surabaya mendapat kepercayaan menerima wakaf tanah 663 M2 dari Pak Masfuk, mantan bupati Lamongan dan mantan ketua DPW PAN Jatim, yang sekarang menjabat ketua MPP PAN Jatim.

“Syukur alhamdulillah, wakaf tanah ini berada di Jalan Kupang Panjaan lV/48 Surabaya yang  bersebelahan langsung  dengan wakafnya almarhum Pak Sarbini seluas 200 M2. Sekarang berdiri masjid dan sekolah. Rencananya dijadikan satu kompleks berupa masjid dan AUM pendidikan.

Andi melanjutkan, Pimpinan Muhammadiyah Tegalsari dan Pimpinan Aisyiyah serta warga jamaah menyambut dengan penuh semangat dan optimistis. Sebab, sudah lebih dari 40 tahun berharap mendapatkan akses jalan yang lebih memadai.

Mantan Bupati Lamongan H. Masfuk mendapat kunjungan dari keluarga besar Muhammadiyah Surabaya. (Andi/Klikmu.co)

“Mereka selama ini kalau ke masjid dan sekolah (dulu ditempati SMP Muhammadiyah 3 Surabaya, yang sekarang sudah pindah di Plemahan VIl dan lokasi yang ada untuk TK ABA) harus melewati jalan sempit kurang dari 1 meter. Rasa syukur ada penambahan aset untuk pengembangan dakwah Muhammadiyah,” ujarnya.

Menurut Andi Hariyadi, yang juga sebagai Ketua Majelis Pendidikan Kader PDM Surabaya, dalam perjuangan harus tetap semangat dan optimisti serta produktif. “Kader-kader terbaik sudah memberikan karya terbaiknya. Diharapkan dapat menginspirasi serta mendorong pada kader lainnya untuk peran serta dan kontribusinya untuk suksesnya dakwah Muhammadiyah,” pungkasnya. (AS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here