Dua Mahasiswa UMM Ganti Tugas Akhir dengan Pameran Foto Epik

0
85
Pengunjung melihat pameran foto yang digelar Kansa Rhana Hafizshyah dan Rana Atikah. (Sisil/Klikmu.co)

KLIKMU.CO – Kini tugas akhir karya menjadi salah satu opsi yang bisa dipilih mahasiswa Jurusan Ilmu Komunikasi (Ikom) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) untuk lulus sebagai sarjana. Hal ini pula yang dipilih Kansa Rhana Hafizshyah dan Rana Atikah untuk menyelesaikan tugas akhir kuliah mereka. Kedua mahasiswa bimbingan ini menggelar pameran foto esai di Namu koffie. Pameran ini berlangsung pada 15 hingga 31 Maret mendatang.

Dalam pergelaran ini, dua mahasiswa tersebut mengambil tema yang berbeda. Kansa memilih personal proyek tentang penyakit stroke yang diderita sang ayah. Pemilihan tema tersebut didasarkan pada keinginan Kansa untuk mengedukasi masyarakat mengenai bahaya peyakit stroke.

“Saya ingin menunjukkan kepada masyarakat apa saja yang dialami pasien penyakit stroke dan bahayanya. Foto-foto ini nantinya juga menjadi memoar buat ayah. Kalau nantinya ayah sudah tutup usia, saya bisa membuka jendela ini lagi buat mengenang,” ujar mahasiswi asal Malang tersebut.

Kansa memajang 35 foto dalam pameran ini. Dia berkata bahwa sesi pemotretan telah dilakukannya sejak Januari. Dalam prosesnya,  Kansa melalui beberapa kesulitan. Salah satunya adalah penyusunan narasi dalam foto.

“Risetnya telah saya lakukan sejak lama. Namun, saya mulai memfoto sejak Januari. Saya juga menggunakan beberapa foto lama untuk membangun narasi. Hal yang paling sulit adalah ketika merangkai narasi dari masing-masing foto dan menarik benang merah,” ungkap Kansa.

Sementara itu, Rana mengambil tema portrait perempuan pejuang pandemi dengan memotret ibu-ibu penjual sayur keliling dan rumahan. Ia ingin menyampaikan kepada masyarakat bahwa tidak hanya tenaga kesehatan yang menjadi garda terdepan di masa pandemi. Para ibu penjual sayur juga memiliki peran penting untuk menjadi penyalur antara petani ke masyarakat.

“Banyak garda terdepan yang sebenarnya juga berjasa bagi masyarakat. Satu di antaranya yaitu para ibu penjual sayur ini,” kata anak pertama dari empat bersaudara tersebut.

Pada pameran tersebut, Rana menampilkan 20 hasil karya fotografi. Karya-karya itu ia hasilkan setelah melakukan pendekatan kepada para penjual sayur. Ia membutuhkan waktu tiga bulan untuk memotret. Untuk persiapan pameran, Rana dan Kansa membutuhkan waktu selama satu minggu.

“Saya mengambil gambar saat mereka sedang berjualan. Jadinya harus menunggu pengunjung sepi untuk bisa melakukan sesi foto. Para ibu penjual juga masih takut atau malu dengan kamera, jadi beberapa foto yang dihasilkan tidak bisa terlihat natural,” ujar Rana.

Dosen pembimbing, Radityo Widiatmojo MSi, mengaku sangat senang dan terharu atas pelaksanaan pameran tersebut. “Berkarya itu tidak mudah, butuh perjuangan dan usaha yang tidak kecil. Karya yang didasari riset seperti ini pasti akan menghasilkan sesuatu yang bagus pula. Saya juga merasa senang atas dukungan mahasiswa lain terhadap pameran ini,” katanya. (Sisil/AS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here