Dua Ulama Besar NU Berpulang

0
369
Ketua Lesbumi KH Agus Sunyoto (kiri) bersama Ketua PBNU KH Said Aqil Siroj. (NU Online)

KLIKMU.CO – Keluarga besar Nahdlatul Ulama (NU) sedang berduka. Dua ulama karismatiknya berpulang, Selasa (27/4/2021).

Sejarawan yang juga Ketua Lembaga Seniman dan Budayawan Muslimin Indonesia (Lesbumi) PBNU, KH Agus Sunyoto, wafat di Rumah Sakit Angkatan Laut dr Ramelan Surabaya. Sementara itu, Mustasyar PBNU KH Sya’roni Ahmadi mengembuskan napas terakhirnya sekitar pukul 09.00 WIB di Rumah Sakit Islam Sunan Kudus setelah menjalani perawatan sejak Ahad (26/4/2021).

KH Sya’roni Ahmadi dikenal sebagai ulama ahli tafsir Al-Qur’an serta mengasuh berbagai majelis taklim dan pengajian. Dari informasi yang dihimpun, KH Sya’roni dikebumikan di kediamannya di RT 1, RW 2, Desa Kajeksan, Kudus, Jawa Tengah.

Sekretaris Jenderal PBNU Ahmad Helmy Faishal Zaini menyampaikan, pihaknya sangat berduka atas meninggalnya KH Sunyoto dan KH Sya’roni Ahmadi. “Keluarga Besar NU dan bangsa Indonesia merasa sangat kehilangan atas berpulangnya dua tokoh yang memiliki peran besar bagi kemajuan NU tersebut,” kata Helmy dikutip dari nu.or.id.

Almarhum KH Sya’roni Achmadi semasa hidup. (NU Online)

Di mata Helmy, KH Agus Sunyoto adalah sosok cerdas sebagai ilmuwan dan sejarawan yang memiliki peran besar dalam menceritakan fakta kesejarahan yang adil serta sesuai dengan realitas yang ada. KH Agus Sunyoto adalah penulis buku Atlas Walisongo.

Di kalangan NU, Agus Sunyoto terkenal dengan studi sejarah tokoh-tokoh Nusantara yang bersumber dari penelitian terhadap naskah-naskah primer berupa manuskrip, serat, babon, maupun babad-babad kuno. Salah satu bukunya yang terkenal adalah tujuh seri Suluk Abdul Jalil yang mengisahkan perjalanan rohani Syekh Siti Jenar.

“Karya beliau berupa Atlas Walisongo serta Fatwa dan Resolusi Jihad telah menjadi bukti bahwa komitmen beliau untuk menuliskan sejarah secara objektif dan proporsional sangat tinggi,” terang Helmy.

Sementara itu, KH Sya’roni Ahmadi adalah seorang ahli Al-Qur’an. Di PBNU, KH Sya’roni sering menjadi salah satu rujukan penting dalam setiap momen krusial terkait dengan keorganisasian dan kebangsaan.

“Beliau berdua (Kiai Agus dan Kiai Sya’roni, Red) mendedikasikan pikiran dan tenaganya untuk berkhidmat serta mengabdi memperjuangkan nilai-nilai ahlussunnah wal jamaah melalui NU. Semoga kita semua bisa mengambil hikmah dan keteladanan dari almarhum,” pungkasnya.

KH Musthafa Bisri atau yang akrab disapa Gus Mus juga turut menyampaikan belasungkawa atas wafatnya dua tokoh tersebut. Menurut Gus Mus, Agus Sunyoto sosok yang tekun memberi pencerahan melalui tulisan maupun ceramah, termasuk dalam meluruskan sejarah. “Beliau adalah seorang alim yang tawaduk dan ikhlas. Aku yakin beliau husnulkhatimah,” tulis Gus Mus di akun Instagramnya.

Sementara itu, sosok KH Sya’roni Ahmadi, bagi Gus Mus, adalah seorang guru dan ahli Al-Qur’an. “Baru saja aku mengunggah kabar duka wafatnya almarhum walmaghfur lah KH Agus Sunyoto, terima berita mengejutkan lagi. Juga berpulang ke rahmatullah pagi ini (Selasa pagi) guruku, guru kita, ahli Qur’an, dan -menurut keyakinanku- seorang waliyullah: Romo KH Sya’roni Ahmadi, Rahimahullah. Nafa’anallahu bi’ulumihi wa akhlaqihi,” lanjut Gus Mus. (AS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here