Duka Muhammadiyah dalam Gempa Sulawesi Barat

0
707
Foto istimewa

KLIKMU.CO – Gempa bumi dahsyat berkekuatan 6,2 magnitudo yang mengguncang Sulawesi Barat Jumat (15/1/2021) turut meninggalkan luka yang menganga bagi warga Muhammadiyah. Ketua Majelis Pembina Kesehatan Umum Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (MPKU PWM) Sulawesi Barat Dr Hj Adriani Kadir MKes menjadi satu di antara total sekitar 42 orang yang meninggal dunia di Kabupaten Mamuju (34) dan Kabupaten Majene (8) tersebut. Data dihimpun hingga tadi malam.

Adriani juga merupakan istri Ketua Badan Pelaksana Harian Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Muhammadiyah Mamuju Ir H Salihi Saleh MM. “Semoga almarhumah husnulkhatimah dan keluarga dianugerahi kesabaran. Kami turut berdukacita,” kata Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulawesi Barat Wahyun Mawardi.

Selain 42 orang meninggal, BNPB melaporkan bahwa 15.000 jiwa mengungsi di 10 titik pengungsian. Lalu, kerugian materiil 1 hotel rusak, 1 unit kantor gubernur Sulbar, 300 rumah, 1 kantor danramil, 2 faskes, dan 1 minimarket.

Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) PP Muhammadiyah langsung berkoordinasi tanggap darurat usai gempa yang melanda di Sulawesi Barat. Ketua MDMC Budi Setiawan menginstruksi MDMC setempat untuk merapat ke Mamuju.

“MDMC PP Muhammadiyah telah berkoordinasi dengan MDMC Luwuk, Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tengah. Saya sudah instruksikan segera berangkat ke Mamuju. Kami juga minta MDMC Kalimantan Timur memberi dukungan,” kata Budi, Jumat (15/1/2021).

Dari Istana Presiden di Jakarta, Presiden Joko Widodo menyampaikan dukacita yang mendalam. Presiden juga telah berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk mengatasi berbagai bencana yang melanda itu. ”Mendengar adanya gempa di Sulbar, saya langsung menghubungi gubernur Sulawesi Barat melalui sambungan telepon pagi tadi (kemarin).

Jokowi juga memerintah Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Menteri Sosial, Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan, Panglima TNI, dan Kapolri beserta jajarannya untuk segera melakukan langkah-langkah tanggap darurat, mencari dan menemukan korban, serta melakukan perawatan kepada yang luka-luka.

“Atas nama pemerintah dan seluruh rakyat Indonesia saya menyampaikan dukacita yang mendalam atas korban yang meninggal dunia. Semoga segenap keluarga yang ditinggalkan diberiNya kesabaran,” ujarnya.

Sementara itu, Menteri Sosial Tri Rismaharini turut memerintah jajarannya untuk mengirimkan tambahan personel ke lokasi bencana. Mulai taruna siaga bencana (tagana) wilayah setempat hingga tim Layanan Dukungan Psikososial (LDP).

Dia mengatakan, pada pertolongan pertama, tagana setempat telah melakukan evakuasi bersama BPBD dan TNI-Polri. ”Tim LDP sudah lapor, mereka juga sudah bergerak. Kita upayakan bantuan secepat-cepatnya untuk penanganan warga terdampak,” tuturnya dikutip dari Jawa Pos.

Termasuk mengirim bantuan untuk memenuhi kebutuhan dasar dan kebutuhan pokok para korban gempa di Majene dan Mamuju. Dia mengungkapkan, bantuan logistik dari gudang di Mamuju dan gudang regional di Makassar, Sulawesi Selatan, telah didistribusikan. Bantuan tersebut dikirim sejak Jumat pagi. ”Bantuan logistik sudah dalam perjalanan menuju lokasi terdampak gempa,” ujarnya. (AS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here