Dunia Ini Panggung Sandiwara, Ceritanya Mudah Berubah, Betulkah?

0
200
Menyejukkan: Nurcholis Huda (berdiri) memberikan pencerahaan kepada Jamaah At Taqwa Pogot.(Foto:Habibie)

KLIKMU.CO – Dunia ini panggung sandiwara, ceritanya mudah berubah. Lirik lagu itu kini menjadi judul Buku Drs. Nurcholis Huda, M.Si. Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur yang akan diluncurkan pada kajian Ramadhan di Dome Universitas Muhammadiyah Malang bulan puasa mendatang.

Menurut Pak Nur begitu sapaan akrabnya, dalam buku itu berisi 24 naskah tentang kehidupan sehari-hari.

Dalam pengajian rutin Ahad Petang di Masjid Attaqwa Pogot Jl Pogot 1-3 Kenjeran Surabaya. Ahad (29/4), Pak Nur sambil menunjuk pada gambar dia menjelaskan, ini dulu orang kaya, jaya sekali, kuasa sekali, waktu kampaye legislatif DPR RI orang NTT diajak naik kapal pesiar. Sekarang orang itu diponis hukuman 15 tahun penjara. Rumah yang besar ditinggal, Istri dan Keluarganya ditinggal pula. Sebab terjerat korupsi e-KTP.

“Ini Gebernur Banten, sekarang juga masuk penjara, gampang sekali berubah. Maka kita tidak boleh membanggakan kekayaan, kecantikan,” papar penulis buku WA Hasanah dan WA Dhalalah itu.

Dia menilai bahwa, hidup adalah sebuah permainan, tapi bukan bermain-main. Bagaikan pohon tua, lihat firman Allah surat Alhadid: 20. Artinya, adalah bagaikan hujan yang turun, tanamannya mengagumkan petani, kemudian layu, lalu nampak menguning, kering dan rontok lalu hancur.

“Ada lagi, kata dia, Ilaria gadis Italia ini berkenalan dengan Dzulfikar cowok gunung kidul jogja lewat facebook, karena Ilaria ini jatuh cinta maka dua tahun menabung, dia bakerja sebagai pelatih renang dan akhirnya bertemu.

“Cinta itu yang jauh menjadi dekat, yang sulit jadi gampang. Dia tidak bisa bahasa indonesia, apalagi Bahasa Jawa. singkat cerita Ilaria ketemu sama dzulfikar,” ujarnya.

Orang barat kalau sudah umut 18 tahun, lanjut Pak Nur itu keputusan dalam menentukan hidup diserahkan ke anaknya.

“Setelah sampai dirumah Dzulfikar Ilaria berkata, kita ini sudah kenal dua tahun, apa mungkin kita berkeluarga? mungkin saja, jawab dzulfikar. Saya akan menikahi kamu kalau agama kamu sama dengan agama saya, Islam. Akhirnya Ilaria telpon orang tuanya, saya suda sampai di Indonesia, sudah ketemu sama Dzulfikar, apa boleh saya pindah agama untuk menikah dengannya? kata Pak Nur Cerita Boleh, kata Ayah Ilaria dan merekapun akhirnya menikah.

Kata Pak Nur, Itulah cinta. Ukuran besarnya cinta, dapat diukur dengan besarnya pengorbanan.

“Jika pengorbanan besar maka tanda cintanya besar, jika pengorbanan kecil maka cintanya kecil, jika tidak mau berkorban maka tanda tidak ada cinta,” katanya disambut ger dari hadirin jamaah.

Diakhir tausiyahnya, dia menyampaikan ayat yang selalu ada dikaji Kyai Ahmad Dahlan yaitu surat Aljatsiyah: 23 yang berbunyi “Apaaraita manittakhada ilaahaahu hawaahu wadhallahullaahu ‘alaa ‘ilmin wakhatama ‘ala sam’ihii waqalbihi waja’ala ‘alaa basharihii ghsyawatan, famayyahdiihi mimbakdillaahi apalaa tadzakkaruun,”

“Maka pernahkah kamu melihat orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai Tuhannya dan Allah membiarkannya sesat dengan sepengetahuan-Nya, dan Allah telah mengunci pendengaran dan hatinya serta meletakkan tutup atas penglihatannya? Maka siapakah yang mampu memberinya petunjuk setelah Allah (membiarkannya sesat). Mengapa kamu tidak mengambil pelajaran?”. pungkasnya. (Habibi/Kholiq)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here