Eksis-eksiskanlah Muhammadiyah, Jangan Ngeksis Terus di Muhammadiyah

0
240
Foto: dokumentasi panitia IBTimes.id

KLIKMU.CO – “Perkembangan dunia digital yang begitu cepat sering tidak diimbangi dengan literasi,” kata Fajar Riza Ul Haq, staf Kemendikbud, siang itu, Rabu (10/4).

Penulis buku “Membela Islam Membela Kemanusiaan” itu menyampaikannya di hadapan 40-an aktivis muda Muhammadiyah dalam temu penulis muda Muhammadiyah dan launching platform IBTimes.id (Islam Berkemajuan) di Hotel Mutiara Yogyakarta.

Pria yang juga aktivis muda Muhammadiyah tersebut menjadi pembicara bersama Diah Puspitarini, ketua PP NA, dan Iqbal Aji Daryono.

Hadir dalam pertemuan itu Dr Hilman Latief, founder IBTimes.id sekaligus ketua badan pengurus Lazismu.

Hilman Latief mengatakan, IBTimes.id hadir untuk melengkapi platform Muhammadiyah lainnya seperti Muhammadiyah.id, PWMU.CO, Klikmu.co, dan sebagainya. “Di samping itu ada Milenialis.id yang sasarannya anak-anak SMP-SMA,” ujarnya.

Diah Puspitarini menambahkan, kanal-kanal Muhammadiyah harus bersinergi dan terkontrol agar bisa satu frame. “Juga mesti tidak bersifat eksklusif,” katanya.

Sementara itu, Iqbal Aji Daryono, aktivis Muhammadiyah yang juga kolumnis Detik dan Mojok, menyampaikan bahwa Muhammadiyah hari ini harus eksis di dunia online. Sebab, kata dia, konten digital saat ini memiliki peluang yang cukup besar.

“Konten Muhammadiyah itu adalah peluru yang banyak. Tapi harus ada sniper alias penembak atau pasukan medsosnya,” terangnya.

Iqbal memerikan karakter medsos menjadi enam. Pertama, personalitas dan informalitas. Kedua, informasi ringkas, visual lebih kuat. “Ketiga, cepat, bergegas. Keempat, mudah memancing emosi,” katanya. Kelima, rentan hoaks dan permainan politik identitas. Keenam, virality.

“Eksis-eksiskanlah Muhammadiyah, jangan ngeksis terus di Muhammadiyah (bukan KH Ahmad Dahlan),” kata Iqbal setengah bercanda. Gerrrr pun bersaut dari para peserta. (Achmadsan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here