Empat Kaur Panti Asuhan Muhammadiyah Kenjeran Dilantik, Ini Pesan Ketua MPS

0
188
Ustadz Fery Yudi Antonis Saputro menyerahkan SK Kaur kepada Ibu Nur di PAM Kenjeran Surabaya. (Habibie/Klikmu.co)

KLIKMU.CO – Majelis Pelayanan Sosial (MPS) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Surabaya melantik Kepala Urusan (Kaur) Panti Asuhan Muhammadiyah Kenjeran periode 2021-2025 di aula pertemuan Panti Asuhan Muhammadiyah Kenjeran Surabaya, Senin (29/3/2021).

Ketua MPS PDM Kota Surabaya Fery Yudi Antonis Saputro mengatakan, ada empat kepala urusan yang dilantik. Pertama, Kaur Tata Usaha Mbak Lena, Kaur Keuangan Mbak Nur, Kaur Pengasuhan dan Pendidikan Ustadz Soim, dan Kaur Humas dan Sarana Prasarana Bapak Nardi.

“Ini adalah amanah ya. Amanah ini mohon dilaksanakan sebaik-baiknya,” katanya.

Ustadz Fery lantas menjelaskan, manusia hari ini hidup di zaman yang berbeda. Kecepatannya begitu luar biasa. Lebih-lebih kepala pantinya masih muda.

“Kami ingin ada pendekatan yang berbeda. Jadi, tidak bisa dikerjakan oleh bapak kepala sendiri, oleh kepala urusan sendiri. Jadi, harus ada sinergisitas yang kuat,” paparnya.

“Tadi Pak Ketua Cabang sudah menyampaikan dengan kode yang keras. Harus ada penataan administrasi yang kuat. Karena nanti ketika ada orang yang datang ke sini, visitasi secara administrasi sudah siap, tidak sistem kebut sehari semalam,” tegas Wapemred Klikmu.co itu.

Ustadz Fery melanjutkan, panti ini memiliki tenaga-tenaga muda. Panti juga pintar mengambil peluang mendapatkan mobil ambulans. Artinya, ini adalah kecepatan ketua MPS cabang untuk mengambil peluang. Nah, kecepatan ini harus diimbangi. Jangan sampai kecepatannya MPS tidak diimbangi oleh kecepatan kepala panti. Kecepatannya kepala panti harus diimbangi  dengan kecepatannya kaur-kaur. Kecepatan ketua cabang, ketua MPS, kepala panti, dan kepala urusan itu harus satu frekuensi.

“Tadi sudah disampaikan bahwa sami’na waata’na, jangan sami’na waashainaa. Saya mendambakan Pak Kepala ini ada bangunan yang sudah besar. Maka, harus dimegahkan lagi. Dengan dilantiknya kaur-kaur ini tadi, kuncinya adalah komunikasi dan konsolidasi. Semua ini adalah orang-orang lama hanya menempati pos-pos yang berbeda. Itu bukan menjadi alasan untuk tidak berbuat yang terbaik,” tutur muballigh KMM Kota Surabaya itu.

Ustadz Fery juga meminta tolong kepada Pak Soim agar anak-anak diopeni yang benar. Dia juga berpesan agar anak-anak jangan dijadikan objek, tetapi dijadikan subjek. Mereka harus difasilitasi.

“Kalau nanti saya datang ke sini, ngecek, ada anak yang belum bisa baca tulis, saya tidak akan menyalahkan anaknya. Yang saya salahkan kepala pantinya. Anak-anak ya tetap anak-anak ibarat kertas ya kertas putih yang memberi warna, yang memberi coretan ya kepala panti dan jajarannya,” ucapnya.

Ferry mengungkapkan, dirinya mengharapkan tim ini solid. “Tim ini selalu terkonsolidasikan. Tim ini senantiasa berkomunikasi. Tidak ada tua dan muda, tidak ada senior dan junior, semua harus bisa memosisikan sesuai dengan tupoksinya,” pungkasnya. (Habibie/AS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here