Empat Pilar Fondasi Persatuan yang Harus Ditegakkan

0
240
Ustaz Abdul Haris MPdI menjelaskan empat pilar fondasi persatuan di hadapan jamaah. (Fikri/Klikmu.co)

 

KLIKMU.CO – Setiap Ahad pertama Pengajian Sakinah diadakan. Kegiatan yang diselenggarakan Majelis Tabligh PCM Krembangan pada Ahad (1/3) ini berlangsung di Masjid Ukhuwah Islamiyah. Ustaz Abdul Haris MPdI menjadi mubalig pada kajian di masjid yang berlokasi di Ikan Cucut 1 tersebut.

Tema kajian kali ini adalah Empat Pilar Fondasi Persatuan. Haris membedah sebuah hadis yang bersumber dari Abu Hurairah dan diriwayatkan oleh Tirmidzi. Dalam hadis itu dikatakan bahwa ada empat hal yang harus dilakukan supaya umat Islam selamat dunia akhirat dan tetap terjaga ukhuwahnya.

Pertama, jujur dalam perkataan dan perbuatan. Jujur dalam perkataan tentu mudah, tetapi berbeda lagi dengan jujur dalam perbuatan. “Di masyarakat banyak fakir miskin, tetapi kita tidak membantu. Itu artinya kita tidak jujur,” ucapnya.

Meskipun berbohong tidak dibolehkan, ada tiga kondisi yang memperbolehkan seseorang untuk berbohong. Kondisi tersebut yaitu saat menjalankan strategi perang, menyatukan dua bersaudara yang bertikai, dan suami atau istri yang berbohong untuk kebaikan.

Hal kedua yang menjadi pilar persatuan adalah menjaga amanah. “Sekecil apa pun amanah yang kita emban, kalau kita sungguh-sungguh menjalankannya, maka akan aman. Ada satu orang saja yang tidak amanah, maka akan kacau,” jelasnya.

Sebelum menjelaskan poin ketiga, Sekretaris Majelis Tarjih PWM Jatim itu memaparkan lima hal yang membuat Muhammadiyah maju. Lima hal itu adalah ketauhidan, mencerdaskan bangsa, mobilisasi amal saleh, selalu kerja sama dengan berbagai pihak, dan menghindari politik praktis.

Poin ketiga dari empat pilar itu adalah memiliki budi pekerti yang baik. “Hal yang tidak prinsip jangan diangkat menjadi hal yang prinsip. Yang ingin memakai memakai celana cingkrang atau cadar, silakan. Yang tidak memakai, juga silakan,” tegasnya. Haris menyatakan bahwa jika hal-hal seperti itu masih saja diperdebatkan, akan terjadi perpecahan.

Pilar yang keempat adalah rezeki yang halal. Haris mengatakan bahwa harta yang tidak menjadi hak jangan diambil. “Kalau hak, sampai mati harus diperjuangkan,” imbuhnya. Empat pilar tersebut bisa diraih dengan rasa syukur. (Fikri Fachrudin/Achmad San)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here