Empat Sebutan Perempuan dalam Alquran, Nasyiah Golongan Mana?

0
967

KLIKMU.CO – “Saya baru tahu kalau di sini (Rungkut, Red) ternyata ada masjid Muhammadiyah yang cukup besar,” kata Dr M. Sholihin SAg MPDSM setengah bergurau kepada peserta kajian. Ketua Majelis Tabligh PWM Jatim itu menjadi pemateri dalam diskusi rutin Permen (Perempuan Mengkaji) yang diadakan Departemen Dakwah PW Nasyiatul Asisyiyah (PWNA) Jatim Jumat (15/2) mulai pukul 15.30 WIB.

Ya, lokasi penyelenggaraan Permen kali ini memang berbeda daripada biasanya, yakni bertempat di Masjid Al-Ikhlas, Jalan Rungkut Tengah VI No 01/TK ABA 63. Pantas Abah Sholihin, panggilan akrabnya, berceletuk demikian. Sebab, lokasinya memang di tengah permukiman padat penduduk.

Anggota Departemen Dakwah PWNA Jatim Erfin Walida SPdI mengatakan, lokasi itu dipilih untuk menghidupkan PCNA setempat. “Setelah diadakan di sini, ternyata pesertanya cukup banyak juga. Nanti bisa diadakan di sekitar sini lagi,” ujarnya kepada KLIKMU.CO.
Tema yang diangkat pada kajian kali ini adalah “Perempuan dalam Alquran”.

Abah Sholihin menjelaskan, perempuan adalah makhluk yang sangat unik. Dalam Alquran ada empat sebutan bagi perempuan. Pertama, azzaujah. “Azzaujah artinya pasangan. Dia lebih berfungsi sebagai istri,” kata mantan kepala SD Mudipat itu. Soal perempuan sebagai azzaujah ini ada dalam surah Attaghobun ayat 14.

Sebutan kedua ialah al imroah. Para mufasirin (ahli tafsir) memaknai ini sebagai perempuan yang memiliki kuasa. Maksudnya, perempuan jenis ini sangat tangguh. “Misalnya, ada di dalam hadis itu almar’atu immadul billad. Artinya, perempuan adalah tiangnya negara,” jelas Sholihin.

Di dalam teori pendidikan, kata doktor lulusan Unair itu, 60 persen perilaku anak dipengaruhi oleh ibunya. Kalau istri bagus, rumah tangga insya Allah sukses. “Di sekolah itu kalau ada anak sukses, yang saya lihat ibunya. Pasti ibunya sabar, loman, telaten, khusyuk,” ujarnya.

Sementara itu, sebutan ketiga adalah al ummu, yaitu perempuan yang sudah menjadi ibu. Ada istilah yang sering kita dengar al ummu madrasatun ula yang bermakna ibu adalah madrasah bagi anaknya.

Kemudian, yang terakhir annisa. Annisa dimaknai sebagai perempuan yang punya peran ganda. Perempuan tipe ini memiliki banyak peran di lingkungan sosial. Istilah kekiniannya wanita karier. Ia tidak hanya mengurus rumah tangga, tetapi juga karier.

“Karier yang dimaksud lebih kepada urusan sosial kemasyarakatan. Nah, Aisyiyah dan Nasyiah termasuk golongan ini,” jelasnya.

Perempuan Mengkaji (Permen) merupakan agenda rutin yang diadakan PWNA Jatim. Biasanya dilaksanakan pada Jumat sore minggu kedua dan keempat. Lokasinya berpindah-pindah, sesuai dengan kebutuhan. (Achmad Santoso)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here