Marhaban Yaa Ramadhan”Enam Cara Komunikasi Versi Al-Qur’an”, Silahkan di Klik Sini

0
310
Foto Dr Mahsun Djayadi ( Berdiri) memberi tausiyah sebelum Ramadhan kepada Karyawan RS PKU Muhammadiyah Surabaya. (Habibie)

KLIKMU.CO- Bila Iman telah sirna, dunia takkan aman karenanya, tiada artinya hidup ini bagi yang tidak mau menghidup-hidupkan agama. Siapa yang rela hidup tanpa aturan agama, berarti rela kehancuran mendampingi seumur hidupnya.

Demikian disampaikan Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Surabaya Dr. Mahsun Djayadi, M.Ag saat memberi materi dalam pengajian sebelum ramadhan Karyawan RS PKU Muhammadiyah Surabaya di ruang serbaguna lantai 3 RS PKU Muhammadiyah Surabaya Jl KH Mas Mansyur 180-182 Surabaya, Jumat (03/05).

“Alquran sendiri mengajarkan kita bagaimana cara berkomunikasi dengan sesama. Ada enam cara komunikasi yang ada dalam alquran yakni qaulan sadida, qaulan baligha, qaulan karima, qaulan layyina, qaulan maisuura dan qaulan ma’rufa,” paparnya.

Pertama, qaulan sadida, perkataan yang benar. “Perkataan yang jujur, faktual, perkataan yang tidak merekayasa atau memanipulasi kata, perkataan yang baik, adil dan transparan, perkataan yang sesuai dengan situasi dan kondisi,” ujarnya.

Kedua, qaulan ma’rufa, perkataan yang baik. “Kata-kata yang bisa menimbulkan kebaikan, perkataan yang sopan, indah, halus, penuh dengan penghargaan dan menyenangkan, perkataan yang tidak menyakitkan dan tidak menyinggung perasaan, dan perkataan yang bermanfaat dan menimbulkan kebaikan,” katanya.

Ketiga, qaulan layyina, kata-kata yang bernuansa halus dan santun. “Dalam surat Thoha ayat 44 disebutkan bahwa maka berbicaralah kamu berdua kepadanya Fir’aun dengan kata-kata yang lemah lembut. Mudah-mudahan dia sadar atau takut,” ujarnya sambil menyitir ayat itu.

Keempat, sambungnya, qaulan baligha, kata-kata yang tepat sasaran, dan menyentuh hati. “Mudah dimengerti, komunikatif, tepat sasaran. Allah menegaskan bahwa mereka itu adalah orang-orang yang Allah mengetahui apa yang di dalam hati mereka. Karena itu berpalinglah kamu dari mereka, dan berilah mereka pelajaran, dan katakanlah kepada mereka qaulan baligha perkataan yang membekas pada jiwa mereka, ini terdapat dalam surat an bisa ayat 63,”katanya sambil membacakan ayat tersebut.

Kelima, qaulan maisuura, kata-kata yang bisa memberi harapan yang baik. “Dan jika engkau berpaling dari mereka untuk memperoleh rahmat dari tuhanmu yang engkau harapkan, maka katakanlah kepada mereka ucapan yang santun,” tandasnya. Kita perhatikan firman Allah surat al isro’ ayat 28 ini.” katanya.

Keenam, qaulan karima, kata-kata bijaksana, fasih dan tawaduk. ” Kata-kata yang bermakna agung, teladan dan filosofis. Dalam hal ini, Nabi saw sering menyampaikan nasihat kepada umatnya dengan kata-kata bijaksana.

“Kata-kata berkualitas yakni kata-kata yang bermakna dalam, bernilai tinggi, jujur dan ilmiah. Kata-kata seperti ini sering diungkapkan oleh orang-orang cerdas, berpendidikan tinggi dan filsuf. Kata-kata bermanfaat yaitu kata-kata yang memiliki efek positif bagi perubahan sikap dan perilaku komunikasi,” tambah Wakil Rektor 3 Universitas Muhammadiyah Surabaya itu. (Habibie)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here