Enam Ciri Hamba Allah Pewaris Dunia Sejati

0
529
Foto suasana kultum setelah shalat shubuh di acara Workshop Majelis Tabligh Muhammadiyah Surabaya beberapa waktu yang lalu diambil oleh habibie

KLIKMU.CO-Allah telah mencatat bahwa bumi diwariskan untuk hamba-hamba yang shalih bukan diwariskan kepada manusia perusak. Negara dan Bangsa kita saat ini dipegang oleh manusia-manusia dholim yang senantiasa menjauhkan umat ini dari ajaran agamanya.

Demikian itu disampaikan Wakil Ketua Majelis Tabligh Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) surabaya Ustadz H. Drs. Luqmanto dalam tausiyah subuh di aula Lt 2 Hotel New Start Trawas Jawa Timur, Ahad (6/1).

Luqmanto menyampaikan, tahun 2019 kita kaum beriman harus bangkit bersama-sama dalam rangka menyelamatkan bangsa ini dari keterburukan.

“Kejayaan bangsa ini akan diperoleh manakala orang-orang shalih mau bergerak karena Allah sendiri yang menyatakan bahwa “dan sungguh aku kami catat dalam Zabur, setelah peringatan yang ada dalam Al quran untuk dibumi ini aku wariskan terhadap hamba-hamba yang shalih”

lantas siapakah hamba yang shalih itu? Tanya dia kepada jamaah.

Pertama, kata dia, At-taaibuun. Orang-orang yang bersih hatinya, bersih jiwanya, setiap malam bangun untuk berdoa dan bersujud kepada tuhannya.

Kedua, Al ‘aabiduun. Hamba-hamba Allah yang menghamba kepada Allah dengan ikhlas dalam amal perbuatan. “Dia memiliki kepercayaan yang tinggi bahwa seluruh hidupnya diatur oleh Allah, rezeki dan yang lainnya sudah ditentukan oleh Allah. Allah memberikan rezeki bukan hanya kepada pegawai negeri tetapi semua manusia diberi rezeki oleh Allah,” ujar Wakil Ketaua KBIH surabaya itu.

Ketiga, lanjutnya, Al haamidun. Mereka memuji kebesaran Allah.

Keempat, As-saaihuun. Mereka mencari ilmu Allah hanya karena Allah. “Semua diniatkan ibadah, ini perjuangan. Panjenengan datang kesini karena Allah, kita pasrahkan keluarga kita yang dirumah kepada Allah karena Allah adalah kekuatan kita maka insyaAllah surga balasan kita,” ucapnya.

Kelima, Ar-rooki’uun. Mereka rukuk dan sujud setiap waktu. “Ini menunjukkan bahwa hidup itu harus rendah hati dan tidak sombong, menjadi hamba Allah Allah yang taat kepada Allah dan rasulnya serta menjadi hamba Allah yang selalu ingat mati dan kembali ketanah,”tambah dia.

Keenam, Hafiduuna lihudillah. Menjaga hukum Allah. “Barangsiapa yang tidak menghukum karena Allah maka sesat hidupnya, al quran diturunkan bukan hanya untuk orang islam saja tetapi al quran diturunkan untuk seluruh manusia,”uacapnya. (Habibie)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here