Era Digital: Diperlukan Keterbukaan Berfikir, Menyaring sumber Hikmah untuk Mengamalkan Pancasila

0
116

KLIKMU.CO – Pancasila adalah inspirasi dan orientasi masa depan bersama untuk membangun bangsa dan negara. Diakui atau tidak, era digital telah mengubah cara berpikir dan bersikap seseorang dalam kehidupan bermasyarakat.

Dalam sambutannya, Eva Kusuma Sundari Anggota Badan Sosialisasi MPR RI, mengutarakan hal itu dalam Sosialiasasi Empat Pilar MPR di Hotel Istana Hapsari, Sukoharjo, Jawa Tengah, Selasa (20/11).

Dalam sosialisasi tersebut, ratusan peserta hadir untuk mendengarkan pemaparan dari narasumber tentang Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhineka Runggal Ika.

“Maka akal dan pikiran kita juga perlu dibuka untuk bisa mengambil hikmah dari informasi yang berkembang,” kata Eva.

Bagi Eva, keterbukaan berfikir akan memacu kecerdasan spiritual dan sosial untuk bisa menyaring sumber-sumber hikmah yang dapat diwujudkan dengan mengamalkan Pancasila.

Menurutnya, musyawarah adalah solusi tepat dalam menyikapi sebuah permasalahan. Juga dilakukan tabayun untuk menyelesaikan bersama.

“Dengan musyawarah untuk mufakat persoalan yang mendera bangsa akan teratasi sesuai dengan spirit ke-Indonesiaan,” jelas Eva.

Eva menilai sebagai warga negara kita harus paham sejarah bangsa Indonesia yang sendi kehidupannya diatur dalam UUD 1945. Pancasila dengan kebhinekaannya harus hadir dalam kehidupan sehari-hari untuk menjaga NKRI.

Hadir pula dalam kesempatan itu sekaligus membuka acara Wakil Bupati Sukoharjo H. Purwadi, SE., MM.

Dalam sambutannya, Purwadi mengatakan hendaknya masyarakat harus berperan aktif menyosialisasikan nilai-nilai Pancasila.

“Pancasila merupakan tempat bersemayamnya nilai-nilai kehidupan sosial karena itu harus dijaga keberadaannya,” ungkapnya.

Sementara itu, Direktur al-Wasat Insitute, Faozan Amar mengatakan, sosialiasi empat pilar harus terus dilakukan, karena masih ada sebagaian warga Indonesia yang menolak Pancasila.

“Alasan menolaknya adalah karena faktor agama, sejarah maupun pengalaman,” ujar Faozan Amar, Direktur Al Wasath Institute yang juga tenaga ahli Badan Sosialiasi MPR.

Sebagai program MPR RI, sosialisasi empat pilar, sambung Faozan merupakan ajang untuk berdiskusi, tanya jawab, dan berkontribusi bagi generasi muda yang sekarang hidup di zaman teknologi digital.

Data yang dihimpun dari panitia, agenda itu dikuti oleh kepala sekolah, pekerja sosial, pramuka, osis, dan komunitas disabilitas dan relawan mocopat. (tr/abd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here