Fakta Unik di Balik Studi Banding Kepala Panti Pesantren Muhammadiyah ke Institut Sosial Malaysia

0
206
Foto suasana diskusi antara Pengarah Institut Sosial Malaysia DR.Fazni Binti Mat Arifin ( berjilbab paling tengah) bersama rombongan Kepala Panti Pesantren Muhammadiyah Se Kota Surabaya diami\bil oleh Moch. Adi Pramono

KLIKMU.CO- 18 orang rombongan dari Majelis Pelayanan Sosial ( MPS)  Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Surabaya, Perwakilan Pimpinan Cabang Muhammadiyah dan MPS cabang perwakilan kepala Panti Pesantren Muhammadiyah se kota Surabaya melakukan lawatan ke negeri Jiran Malaysia pada hari jum’at hingga Senin ( 6-9/3)

selama di negeri upin ipin ini seluruh rombongan berbagai aktivitas antara lain berkunjung Institut Sosial Malaysia ( ISM) dan Pimpinan Cabang istimewa Muhammadiyah Malaysia ( PCIM ), nah selama 4 hari disana banyak keunikan-keunikan yang ditemui, apa saja hal tersebut selamat membaca

Pertama. Ini merupakan program perdana dari unsur amal usaha sosial untuk lawatan keluar negeri

Kedua. Ini merupakan pengalaman pertama bagi beberap kepala panti yang ikut serta

Ketiga. Peserta tertua adalah bapak Nurhadi dari panti asuhan Muhammadiyah At taqwaSambikerep yang berusia 78 tahun

Keempat. Ketua Majelis Pelayanan Sosial pdm surabaya terjabak di lift ketika hendak shalat subuh dihari pertama

Kelima. Tidak ada bunyi klakson yang terdengar selama perjalanan

Keenam. Baru bertemu dengan polisi yang sedang patroli di jalan raya naik motor di hari ke tiga yakni ahad ( 8/3) ketika perjalanan menuju genting highland

Ketujuh. Peserta termuda dalam studi banding adalah moch adi pramono yang berusia 28 tahun

kedelapan. ternyata di Malaysia juga ada kampung janda baik

sementara itu salah satu peserta yakni ustad Abu Hasan kepala panti Pesantren Muhammadiyah Tambaksari memberikan komentar terkait kegiatan ini

Foto bersama pengurus Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah Malaysia bersama Rombongan Kepala Panti Pesantren Muhammadiyah Surabaya diambil oleh Moch.Adi Pramono

“Alhamdulillah, dari hasil studi banding ke Malaysia yang terkesan bagi kami adalah yang pertama, Institut Sosial Malaysia sangat welcome untuk kerjasama dengan Muhammadiyah. kedua PCI Malaysia masih perlu bimbingan dari Muhammadiyah khususnya dari Jawa Timur, dan ada respon baik untuk mendirikan panti asuhan. Ketiga Karakter/kedisiplinan bangsa Malaysia jauuuh lebih baik dari pada bangsa Indonesia, selama 4 hari di Malaysia di jalan raya kami tdk pernah dengar bunyi lakson. keempat. Gedung- gedung bangunan di Malaysia menjulang tinggi ratusan tingkat dan tertata dg rapi kelima Tdak ada pengamen, pengemis dan rumah-rumah kumuh di tepi jalan. Subhanallah Negeri kita harus banyak belajar dari Malaysia.Membentuk karakter kefisiplinan bangsa kita awali dari anak warga panti asuhan yang kita kelola”, pungkasnya penuh harap. ( Den Peyi)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here