Festival Da’i PARMUSI Jawa Timur, Muhammad Mirdasy: Wujud Mencintai Islam dan Ihtiar Penghambaan Diri kepada Tuhan

0
199

KLIKMU.CO -KLIKMU.CO – Pengurus Wilayah Persaudaraan Muslimin Indonesia (PW PARMUSI) Jawa Timur gelar Festival Da’i Parmusi Jawa Timur yang diselenggarakan di Masjid Arief Nurul Huda Mapolda Jawa Timur (JATim), Jl. Jendral Ahmad Yani No. 116 Surabaya, Ahad (23/09).

Hadir dalam kesempatan itu, Kompol Supi’i Intelkam Polda mewakili Kapolda Jatim. Jajaran pengurus PARMUSI Jawa Timur dan beberapa tokoh penting lainnya.

Muhammad Mirdasy Ketua PW PARMUSI dihadapan ratusan peserta lomba mengatakan, festival tersebut digelar merupakan wujud PARMUSI mencintai Islam.

“Sungguh, landasan cinta Islam inilah festival da’i digelar. Karena itu dalam berkompetisi harus dilandasi _Fastabiqul Khoirot_,” katanya. Bagi Mirdas, panggilan akrab M. Mirdasy menang atau kalah adalah kelumrahan dalam sebuah perlombaan.

“Yang terpenting adalah sudah menampilkan terbaik, berupaya untuk terus menjadi lebih baik dan terbaik,” kata Mirdas juga Ketua DPW Partai Persatuan Indonesia (Perindo) Jatim. dihadapan ratusan peserta lomba.

Kata Mirdas, Festival Da’i merupakan rangkaian kegiatan menuju jambore nasional Da’i PARMUSI di Bogor yang diselenggarakan di Bogor, 24 – 27 September 2018.

“Karena itu bagi para pemenangan itu, dapat dikirim ke bogor untuk berlaga dan bertemu dengan saudara-saudara kita dari seluruh Indonesia. Saya yakin di sana kita akan mendapat pengalaman lebih dan terbuka wawasan kita,” kata Mirdas putra (alm) KH. Abdurrahim Nur mantan Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jatim itu.

Tidak kalah penting, bagi Mirdas hal tersebut sebagai bentuk Ihtiar untuk penghambaan dan ketaqwaan kepada Allah swt juga kecintaan kepada agama Islam.

Sementara itu, Kompol Supi’i didaulat menyampaikan pesan Kapolda berharap da’i tidak menggunakan kendaraan agama, terlebih di moment politik seperti sekarang ini.

“Da’i hendaknya menyampaikan pesan islam kepada masyarakat dengan sebenar-benarnya tanpa ada tendensi politik tertentu,” papar Supi’i.

Supi’i mengingatkan da’i semestinya berdakwah dengan sebenar-benarnya, yakni dapat menyampaikan pesan-pesan kesejukan kepada masyarakat.

“Hendaknya da’i memberikan keteladanan menyampaikan kesejukan, bukan menyalahkan atau menyakitkan lainnya,” pungkas Supi’i. (Dul)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here