Film NKCTHI, Kisah Keluarga yang Sarat Emosi

0
177
Liputan6.com
http://klikmu.co/wp-content/uploads/2018/01/iklan720.jpg

Oleh: Loresta Nusantara

KLIKMU.CO

Memeriahkan awal tahun, film Nanti Kita Cerita tentang Hari Ini atau yang biasa disingkat NKCTHI turut memeriahkan Januari kita. Tayang Kamis, 2 Januari 2020, film ini diadaptasi dari buku laris karya Marchella FP dengan judul yang sama.

Pemainnya pun tidak asing lagi di mata kita. Ada Rachel Amanda, Rio Dewanto, Sheila Dara, Donny Damara, Susan Bachtiar, dan Ardhito Pramono yang merupakan seorang musisi.

Bagi yang belum pernah membaca novel NKCTHI, mungkin pada awalnya penonton akan dibuat bingung dengan alur film ini. Ya, film ini ternyata memiliki alur maju mundur-maju mundur. Tapi tenang, walau tanpa penjelasan latar waktu, kita akan dibuat mengerti pada akhirnya. Hebatnya lagi, meskipun berbeda waktu, film ini mampu menyambungkan dengan konflik yang sama.

Film ini menurut saya sangat layak ditonton oleh kalangan remaja hingga orang tua. Karena konflik dalam film NKCTHI ini sangat dekat dengan kehidupan kita dan sebagian orang pasti pernah merasa mengalaminya. Saat merasa dikekang orang tua atau hingga tidak punya pilihan hidup karena terbiasa diatur oleh orang tua. Remaja sekali, kan?

Namun, konflik yang dekat dengan kebanyakan orang dan konflik sehari-hari yang sederhana ini justru mampu mengundang banyak tanya dari penonton: sebenarnya ada apa di balik semuanya? Nah, saat konflik sebenarnya telah memuncak, saat itu emosi kita akan pecah dan membuat pertanyaan-pertanyaan soal adegan film akhirnya terjawab. Rahasia yang disimpan perlahan terkuak.

Bahkan, tidak sedikit penonton film ini menangis saking terharunya. Saran saya, saat nonton harus siapkan tisu. Jangan sampai lupa.

Memangnya cerita tentang apa sih film NKCTHI? Film ini menceritakan sudut pandang tiga anak keluarga Narendra: Angkasa, Aurora, dan Awan. Mereka terlihat sebagai keluarga yang baik-baik saja, tapi ternyata punya trauma yang ditutupi oleh sang ayah demi membuat para anggota keluarga bahagia.

Angkasa yang harus menyimpan rahasia selama 21 tahun. Aurora yang kemudian ingin ‘memberontak’ karena dianggap tak pernah ada. Awan, anak bontot yang selalu diistimewakan ayahnya dan menjadi tanggung jawab semua keluarga. Namun, ada satu yang menjadi penengah. Ialah sang ibu. Tempat di mana semua menyandarkan kepala di bahunya. Menangis sekencang-kencangnya meluapkan segalanya. Meluapkan, menangiskan, dan menyandarkan sebuah rahasia besar yang selama ini terjadi di keluarga Narendra.

Bisa jadi cerita film NKCTHI mengajak kita untuk merenungi kehidupan masing-masing. Terutama soal keluarga yang kadang memiliki cara berbeda untuk memberikan kasih sayangnya.

Dasar cerita film ini pun sudah menggiring penonton pada konflik dan masa-masa sulit sebuah keluarga. Dibiarkan datar, naik, dan kemudian diturunkan lagi. Sampai pada akhirnya kita dientakkan kembali pada sebuah emosi yang dipajang di dalam ceritanya.

“Kalian Sudah Lama Kehilangan Aku”

Satu kalimat sederhana ini keluar dari mulut Aurora. Membuat emosi penonton kemudian benar-benar diremuk-redamkan. Dibiarkan diam. Ya, di film ini kisah Aurora memang paling mengena.

Film NKCTHI ini memang berbeda dari yang lain. Para pemeran mendapatkan scene dengan porsi yang sama. Hingga para cameo yang bermain seperti Umay Shahab, Sivia Azizah, hingga Chicco Jerikho juga mendapat porsi scene yang sama. Karena itulah, kita tidak akan bosan dengan cerita kakak beradik, Angkasa, Aurora, dan Awan ini.

Di sisi lain, menurut saya film ini mencoba menyampaikan kritik terhadap pola didik kebanyakan orang tua di Indonesia. Bukan rahasia kalau orang-orang Indonesia punya obsesi yang begitu besar kepada anak-anaknya. Mereka sering fokus memenuhi kebutuhan fisik anak seperti sekolah, pakaian bagus, fasilitas belajar, sampai pengembangan bakat tanpa memperhatikan dan mendengarkan pendapat anak.

Sehingga layak jika film NKCTHI menjadi film yang menghangatkan hati bagi siapa pun yang menontonnya. Selamat menikmati…

(*) Penulis adalah guru SD Muhammadiyah 9 Malang dan aktivis Nasyiatul Aisyiyah

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here