Gamit Akreditasi A meski Baru 3 Tahun Berdiri, Kepala Sekolah: Kami Tampilkan 5 Kejutan di Hadapan Asesor

0
161
Syai'in Kodir (empat dari kiri) bersama tim asesor dari BAN S/M dan jajaran guru.

KLIKMU.CO – SD Muhammadiyah 3 Assalaam Kota Malang (MUMTAS) patut mendapat apresiasi tinggi. Betapa tidak. Baru berdiri sejak 2016, sekolah yang beralamat di Jalan Teluk Pelabuhan Ratu Kompleks Masjid Assalaam, Arjosari, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, itu sudah meraih akreditasi A dari Badan Akreditasi Nasional Sekolah/Madrasah (BAN S/M) dengan nilai 92 lewat SK BAN S/M No. 556/BAN-SM/SK/2019. Kerja keras seluruh jajaran pun terbayar lunas. Bahkan, mereka sendiri sejatinya tidak mengira memperoleh pengakuan sekilat itu. Tak terkecuali sang kepala sekolah, Syai’in Kodir SPd. Tapi, Syai’in yakin, hasil memang takkan mengkhianati sebuah usaha. Apa “vitamin” yang dimiliki sehingga sekolah dengan tagline “Sekolah Akhlak” ini mampu menggamit akreditasi A? Berikut wawancara KLIKMU.CO dengan Kepala SD MUMTAS Sya’in Kodir SPd.

Kapan pelaksanaan monitor dan evaluasi (monev)?
Pelaksanaannya pada Rabu, 15 Mei 2019, bertepatan dengan bulan Ramadhan.

Sejak kapan sekolah mempersiapkan monev?
Jujur ya, persiapan akreditasi hanya tiga bulan. Karena baru tahu ternyata masuk sasaran sekolah akreditasi tahun 2019 dari BAN bulan Februari.

Strategi dan persiapan yang dilakukan sehingga bisa mendapat nilai A?
Kami mempelajari dan membedah setiap item instrumen dan di-breakdown hingga detail untuk menemukan dan melengkapi bukti fisik. Dilanjutkan dengan selalu kontrol dokumen dan saling melengkapi setiap penanggung jawab standar. Yang pasti selalu kompak dan tak pernah menyerah dan putus asa untuk memecahkan dan menemukan setiap item instrumen pertanyaan. Berikutnya, setelah kurang lebih penilaian internal sekolah dirasa sudah 80 persen, saya mengundang orang untuk melakukan penilaian. Tapi sebelum itu, kami jauh-jauh di awal sudah melakukan analisis SWOT (strengths, weaknesses, opportunities, threats) dan EDS (evaluasi diri sekolah).

Posisi orang itu seperti apa?
Orang yang saya pilih adalah orang yang belum pernah sama sekali ke sekolah, tapi beliau kami posisikan layak mengakreditasi sekolah. Bahkan, beliau wajib memberikan penilaian objektif. Jadi ada evaluasi awal dapat ditemukan jika ada kekurangan.

Kapan itu?
Kegiatan ini dilakukan satu minggu sebelum akreditasi yang sebenarnya dilakukan. Hasil yang didapatkan memang tidak jauh beda dengan hasil dari asesor BAN S/M.

Di hadapan asesor, bagaimana strateginya?
Tampilan yang kami suguhkan ke asesor terkesan natural dan diupayakan asesor tidak ada pemikiran bahwa ini dibuat-buat atau settingan. Dan kami selalu menampilkan kejutan-kejutan di hadapan asesor sehingga asesor terkesan ada kekaguman walau kondisi sekolah baru.

Kejutan-kejutan seperti apa?
Ada lima sedikitnya. Pertama, sekolah tidak tampak settingan, ya apa adanya. Kedua, sekolah baru tapi prestasinya sudah setingkat Jatim. Ketiga, pendidik/gurunya sudah meraih banyak penghargaan, memberikan pelatihan, dan sudah ada yang menulis buku pembelajaran. Keempat, kerja sama dengan banyak pihak, mulai media, perguruan tinggi ada tiga, dan dunia usaha. Terakhir, memanfaatkan sarana dan lingkungan sekitar menjadi sarana pembelajaran. Juga berbasis IT. Semua itu ditunjang dengan pendidikan berbasis karakter.

Siapa saja yang dilibatkan dalam proses ini?
Seluruh stakeholder. Mulai guru, pimpinan Muhammadiyah, karyawan, komite, wali murid, siswa, hingga masyarakat.

Apa cita-cita ke depan setelah mendapat akreditasi?
Sesuai dengan visi SD MUMTAS, yaitu “Menjadi Sekolah Unggul dan Terkemuka. Intinya selalu berkemajuan dan semoga menjadi sekolah Islam yang unggul.
Harapan kepada sekolah Muhammadiyah lain?
Harapannya, seluruh sekolah Muhammadiyah mendapatkan akreditasi dengan nilai semaksimal mungkin sesuai dengan standar nasional yang ditetapkan oleh BAN S/M. (Achmad Santoso)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here