Gandeng PT. EWA, UMSurabaya Menyelenggarakan Propell Teacher Workshop for The TOEIC Test

0
318

KLIKMU.CO – Pusat Bahasa UMSurabaya menggelar Pelatihan Bahasa Inggris untuk Pengajar. Acara yang bernama Propell Teacher Workshop for The TOEIC Test diikuti oleh puluhan peserta dari berbagai daerah di Indonesia, Rabu (9/1).

Dalam sambutannya Waode Hamsia Ketua Pusat Bahasa menyatakan, acara tersebut terselanggara berkat kerjasama UM Surabaya dan PT.EWA sebagai penyedia pelayanan dan jasa tes TOEIC. Ibu yang akrab disapa Waode ini menerangkan bahwa penyelenggaraan workshop ini dilandasi karena kebutuhan.

TOEIC merupakan tes bahasa Inggris yang berstandar internasional yang bertujuan untuk mengukur kompetensi komunikasi bahasa Inggris pada lingkup dunia kerja. TOEIC sudah banyak digunakan banyak sekolah, universitas di Indonesia. Bahkan, kini TOEIC digunakan sebagai persyaratan beasiswa dalam dan luar negeri.

“Kami menyadari bahwa setiap pengajar berharap untuk memiliki kualitas mumpuni, karena itulah kami menyelenggarakan workshop ini,” tutur Waode.

Sementara itu, Aziz Alimul Hidayat Wakil Rektor I UMSurabaya menyampaikan pentingnya kemampuan bahasa Inggris di era teknologi dan pasar bebas.

“Mahasiswa perlu memiliki kemampuan bahasa Inggris yang mumpuni untuk bersaing di era sekarang”, ungkap Aziz bahwa sudah saatnya kita sadar untuk mempersiapkan peserta didik dalam bersaing pada pasar bebas sehingga nanti ketika pesaing asing datang di negeri ini kita sudah siap.

Wakil rektor yang membidangi kualitas kampus tersebut merasa optimis bahwa kerjasama dengan PT.EWA dapat meningkatkan kompetensi bahasa Inggris mahasiswa UMSurabaya.

“Kami meyakini bahwa kerjasama ini akan berdampak baik bagi pengembangan pembelajaran bahasa Inggris dan peningkatan sistem layanan TOEIC di kampus ini,” tandasnya.

Turut hadir Pelatih TOEIC Itje Chodijah merupakan mentor professional dan berpengalaman. Menurutnya, tidak penting selama ini memperdebatkan tes bahasa Inggris berstandar internasional mana yang harus diikuti. “Saya rasa masyarakat masih salah paham dalam memandang tes bahasa Inggris yang ada, semua jelas berbeda dengan tujuannya masing-masing” jelas Itje.

Bagi dia, dalam mengajarkan bahasa Inggirs yang terpenting adalah meningkatkan kompetensi mahasiswa berkomunikasi bahasa Inggris. “Pelatihan ini bagi saya sangat penting karena selama ini saya melihat banyak institusi yang mengajarkan TOEIC hanya untuk mencapai nilai yang tinggi. Padahal ketika kompetensi berbahasa Inggris yang diajarkan, secara tidak langsung nilai tinggi dapat dicapai” tegasnya.

Acara berlangsung selama dua hari itu peserta lebih banyak difokuskan belajar bagaimana mengembangkan kemampuan kemahiran menyimak (listening skill) dan kemahiran membaca (reading skill).

“Saya merasa pelatihan ini berguna untuk meningkatkan kompetensi saya dalam mengembangkan pengajaran yang menggabungkan kemahiran menyimak, membaca, dan berbicara dalam satu waktu”,aku Ira peserta pelatihan. (Tari-Oak/Abd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here