GAR ITB Dinilai Pansos Memakai Isu Tak Bermutu

0
127
Pikiran Rakyat

KLIKMU.CO – Lembaga Democracy and Electoral and Empowerment Partnership (DEEP) turut berkomentar soal tudingan radikal terhadap Prof Dr Din Syamsuddin MA oleh Gerakan Anti Radikal (GAR) ITB. Direktur Eksekutif DEEP Neni Nur Hayati mengatakan, tudingan tersebut tidak berdasar dan tak tepat sasaran.

“Kita semua mengetahui bagaimana kiprah Din dalam menjaga serta merawat kerukunan dan toleransi beragama, baik itu di dalam maupun luar negeri. Bahkan, beliau sendiri adalah penggagas konsep Pancasila sebagai darul ahdi wa syahadah,” kata Neni, Sabtu (13/2/2021).

Neni menuturkan,  Prof Din Syamsuddin merupakan tokoh yang menjadi panutan. Tidak hanya di Muhammadiyan, tetapi juga semua pihak menghormatinya. Neni menganggap GAR ITB hanya ingin menaikkan popularitas kelompok saja dengan membuat isu-isu yang tidak bermutu dan menuduh seorang tokoh Islam moderat sebagai radikal.

“Kampus sebagai gerbang akademis yang berbasis intektualitas dan kajian ilmiah kini lebih bersifat sentimental dan irrasional sehingga menjadi islamofobia. Ini sungguh sangat disayangkan. GAR ITB mesti membaca secara teliti dengan cermat. Tidak perlu kami pembela Pak Din yang harus membaca apa isi laporan yang ditujukan ke KASN,” paparnya.

Menurut Neni, kritik Din Syamsuddin terhadap pemerintah merupakan hal yang wajar. Ditambah, Presiden Jokowi dalam momen HSN lalu juga telah membuka ruang seluas-luasnya kepada masyarakat untuk menyampaikan kritik kepada pemerintah sebagi bagian dari proses mewujudkan good government.

“Masa iya, tokoh yang pernah menjabat sebagai president religion for peace Asia dan Pacific dianggap sebagai tokoh yang radikal. Sebelah mana radikalnya?” imbuh Neni.

Neni kembali menilai bahwa GAR ITB hanya ingin menaikkan popularitas kelompok dan mengada-ngada serta terlalu berlebihan dalam menilai seseorang. Apalagi yang dituding itu adalah ulama dan tokoh besar Muhammadiyah.

“Kita semua tahu bahwa Muhammadiyah adalah organisasi yang telah banyak memberikan kontribusi konkret untuk negeri ini. Saya meminta GAR ITB segera mencabut laporannya dan menyampaikan permintaan maaf kepada publik. (AS)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here