Garut Heboh, Grup Facebook Gay yang Anggotanya Pelajar Berjumlah Fantastis

0
192
KPAI melakukan konferensi pers di Jakarta

KLIKMU.CO – Warga Kabupaten Garut dihebohkan dengan kemunculan grup facebok yang diduga kelompok gay yang anggotanya merupakan pelajar SMP dan SMA. Anggotanya mencapai 2.500 orang. Hingga saat ini aktivitas grup tersebut masih berjalan.

Jasra Putra, M.Pd Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menyatakan pihaknya terus menyoroti kasus ini dan akan melakukan langkah-langkah nyata.

Kata Jasra, pertama pihaknya terus dalami dan berkoordiasi dengan kepolisian terkait penyelidikan group ini. Apakah ada aktor orang dewasa yang memengaruhi anak-anak ini sehingga mereka membuat grup terbuka seperti dalam facebook tersebut.

Kedua, imbuh Jasra meminta pemerintah dalam hal ini Kominfo untuk memblokir grup facebook tersebut, kecuali untuk alasan penyelidikan bagi kepolisian. Kemudian meminta kepada Kemensos, Kemenkes dan Kemendikbud mengambil peran terkait anak pelaku maupun korban jaringan ini sesuai dengan kewenangan masing-masing.

“Katakanlah Kemensos bisa melakukan pendampingan dan rehabilitasi korban anak agar kembali kepada fungsi-fungsi sosialnya secara normal,” jelasnya melalui keterangan tertulis kepada KLIKMU.CO Senin sore (8/10).

Langka ketiga, jelas Jasra meminta orang tua untuk melakukan komuniasi dan pendampingam secara baik kepada putranya, karena kelompok gay tersebut sesungguhnya banyak dibentuk dari perilaku lingkunganya. Juga meminta netizen untuk tidak melakukan bullying kepada anak pelaku maupun korban, sebab mereka butuh kita untuk memberikan informasi positif terkait perilaku menyimpang yang seharusnya kita ikut luruskan.

“Dalam waktu dekat ini, KPAI akan menemui Pemda Garut terkait penanganan anak korban dan pelaku. Kita juga koordinasi dengan Kapolres Garut terkait aktor-aktor yang membuat grup facebook tersebut, termasuk apakah semuanya termasuk kategori anak,” papar pria yang juga aktivis Pemuda Muhammadiyah ini.

Dia juga memastikan anak-anak tersebut akan mendapat pendampingan secara baik, karena perilaku menyimpang ini butuh intervensi semua pihak agar anak bisa menjalankan fungsi-fungsi sosialnya secara baik dan memahami nilai-nilai agama dan budaya ketimuran. (Abd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here