Generasi Harapan Umat

0
204
Ilustrasi diambil dari Konsultasi Fiqh.

KLIKMU.CO

Oleh Kang Teten*)

Waktu terus berlalu kehidupan setiap makhluk terus berjalan tanpa jeda walau sesaat, dinamika kehidupan selalu berubah, bervariasi, duka maupun suka, sulit maupun mudah, miskin maupun kaya dan seterusnya yang tidak ada akhirnya sampai ruh di cabut oleh malaikat izroil sebagai tanda terpisahnya antara jasad dan ruh bukti akhir kehidupan bagi setiap makhluk di muka bumi ini.

Kehidupan di muka bumi ini tidak akan pernah terlepas dari generasi ke generasi, kehidupan generasi saat ini pasti dipengaruhi oleh generasi sebelumnya dan generasi saat ini pasti akan melahikan generasi berikutnya.

Kita tahu dan kita sadar bahwa kehidupan saat ini begitu sangat besar tantangannya sejatinya tantangan hadir adalah untuk menguatkan, menjadikan setiap diri bisa menjadi lebih baik, pribadi yang hebat dan kuat bukan untuk dihindari dan bukan pula untuk melemahkan diri.

Coba kita lihat realita kehidupan zaman kita saat ini, sungguh sangat ironi sekali, banyak para pemimpin tidak selalu memberikan contoh yang baik untuk bawahannya, tidak sedikit public pigur selalu tidak membimbing kepada pengikutnya, yang tua juga demikian tidak selalu memberikan teladan pada yang muda yang muda pun cenderung memilih hal yang tidak baik, kebanyakan dari mereka tidak mempedulikan baik atau buruk pokoknya yang penting happy yang dari semua itu sebagai bentuk ungkapan kebebasan berbuat atas dasar hak asasi manusia. Ini fakta bukan fiktif.

Kebobrokan akhlak sebagian para pemimpin sudah nampak dipermukaan, ketidak pedulian masyarakat dan publik pigur begitu sangat jelas, pembiaran orang tua terhadap anaknyapun sudah sering kita jumpai, generasi muda seolah-olah acuh tak acuh dengan diri dan masa depannya. Inipun fakta bukan fiktif.

Apa jadinya nanti jika generasi yang disiapkan untuk masa yang akan datang pada proses kehidupan, pendidikannya, dihadapkan dengan persoalan seperti saat ini. Wallahu a’alam.

Dalam konteks ini, empat pilar yang menjadi kunci keberhasilan harus benar-benar bersatupadu, kompak satu tujuan mewujudkan generasi yang gemilang untuk membangun kembali peradaban yang sudah pernah terwujud di masa kejayaan Islam.

Empat pilar tersebut adalah Pertama, Pemerintah dengan sistem pendidikan nya yang visioner, murni benar-benar sesuai dengan kebutuhan rakyat, tidak ditunggangi oleh kepentingan politik, konglomerat, asing maupun aseng. Kedua, Masyarakat bagian penting sebagai pengawas untuk memberikan pengawasan peduli terhadap yang satu dengan yang lainnya tidak individual dan pembiaran. Ketiga, Sekolah dan atau Pondok Pesantren, disinilah tempat mereka belajar, menimba ilmu, menempa diri, untuk tujuan yang satu menjadi manusia yang bermartabat. Dan yang keempat adalah Keluarga, di sinilah benteng pertahanan di bangun, bangunan pondasi aqidah lantai langit di desain dan mulai ditegakkan.

Peranan orang tua wabilkhusus ibu begitu sangat penting seperti yang sering kita dengar Al-Ummu Madrasatul Ula (Ibu adalah sekolah pertama bagi anak-anaknya) bila engkau persiapkan dengan baik maka engkau telah mempersiapkan bangsa yang baik dan kuat.

S-PEAM jenjang SMA hadir sebagai sekolah sekaligus Pondok Pesantren yang mudah-mudahan menjadi solusi dari segala permasalahan yang dihadapi para orang tua bahkan bangsa ini dalam menyiapkan generasi yang akan datang, generasi yang memiliki aqidah yang kokoh, kuat mental, pikiran dan fisiknya serta siap bersaing, sopan bertutur kata dan indah dalam perilaku. Mudah-mudahan bermanfaat.

Pasuruan, 16 April 2018

*) Ustadz S-PEAM Jenjang SMA Pasuruan, Jatim.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here