Generasi Zaman Now Tak Cukup Hanya Pandai, tapi Juga Harus Cerdas

0
178
Cerdas dan Berakhlaq: Suasana Wisuda ke-46 SPEMMA. (Foto: Choir)

KLIKMU.CO – Anak dikatakan sukses jika orientasi dan penilaianya tidak hanya diukur dari nilai (score) yang baik. Tapi, dapat dinilai dari etos kerja yang baik dan semangat tinggi. Misal, ada anak yang kurang pintar di bidang Matematika, tapi ia memiliki kelebihan di bidang linguistik, hingga ia sukses mendapatkan beasiswa ke luar negeri.

Demikian dikatakan Prof. Dr. Zainudin Maliki, M.Si. Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur saat memberikan keynote speaker dalam acara Wisuda ke-46 SMP Muhammadiyah 5 (SPEMMA) Pucang Surabaya di Convention Hall jalan Arif Rahman Hakim Sukolilo, Surabaya, Ahad (3/6).

Prof. Zainuddin menilai bahwa karakteristik orang sukses itu ada tiga, yakni, cerdas,tangguh, dan berakhlaqul karimah.

“Ini sesuai dengan tema yang diangkat dalam wisuda kali ini, yakni Semangat Menjadikan Generasi Cerdas, Tangguh, dan Berakhlaqul Karimah,” ujarnya.

Di hadapan 129 wisudawan dan wiaudawati SPEMMA, Guru Besar UIN Sunan Ampel Surabaya itu memberikan pencerahan tentang pedidikan kekinian.

Menurutnya, ada perbedaan antara cerdas dan pintar. Cerdas itu, lanjutnya, mampu berkreasi, bisa berinovasi sesuai apa yang dibutuhkan, seperti menciptakan suatu produk.

Orang yang cerdas, menurut Prof. Zainuddin, selalu tangguh dalam situasi apapun dan siap sewaktu-waktu kapan pun ketika dibutuhkan, tidak pernah menolak tugas, dan tidak pantang menyerah.

“Sedangkan, berakhlaqul karimah ialah orang yang mempunyai karakter baik sesuai tuntunan agama. Misalnya, jujur, sopan, menghargai orang lain,” tandasnya.

Dia menambahkan bahwa cerdas, tangguh, dan berakhlaqul karimah itu sebaiknya diimbangi dengan etos kerja yang baik. Di samping itu, bisa membaca potensi bakat dan minat yang ada pada dirinya. (Choir/Kholiq)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here