Goretan Puisi Gus Pur untuk Sukmawati

0
1029
Gus Pur Pengagas Trensains dan penulis buku best seller ayat ayat semesta.(Foto:Special)

KLIKMU.CO

Ibu Sukmawati,

saat SMA kulukis wajah ayahandamu yang kukagumi

kupampang di kamar belajarku
dua buku terkenalnya Di Bawah Bendera Revolusi dan Sarinah, kukoleksi dan kubaca.

Buku tentang ayahmu kukoleksi
kuhafal dan kutirukan pidatonya dan kumiripkan gayaku seperti gaya ayahmu. Menurut imajinasiku, aku pun telah ziarah ke makam ayahmu di Blitar

ketika akhirnya kuputuskan kuliah di ITB
itu juga karena ayahmu alumninya
hanya satu yang tak bisa kutiru dari ayahmu menaklukkan para bidadari.

Hormatku kepada ayahandamu, kuperpanjang pada keluarganya
termasuk ibu Sukmawati sebagai putrinya
kutahu.

hebatnya seorang suami pasti ditopang istri yang luar biasa, hebatnya seorang ayah pasti disangga anak yang tidak biasa

tetapi sayang seribu sayang di saat malam yang remang dan langit penuh bintang.

Orang yang bercengkerama dengan riang
mendadak murka dan meradang para bapak sontak garang para ibu ikut berang

aku masuk di kerumunan orang kucari sebab mendadak centang perenang
padahal sekian lama hidup tenang
meski sesekali bimbang

ternyata oh ternyata
puisi ibu lah pemicunya
puisi sari konde dan cadar
puisi kidung ibu dan adzan
setelah kubaca puisi itu
aku pun terhenyak
aku pun tercenung
aku pun marah dan geram

ibu Sukmawati,
tentu ibu sangat paham apa itu puisi
dan untuk apa itu puisi
puisi itu gambaran rasa
puisi itu potret hati
puisi itu ungkapan jiwa
puisi itu rekaman sukma
puisi itu menyiratkan pesan

ibu Sukmawati putri dari orang yang sangat kukagumi
sungguh aku tak percaya jika ibu tak paham akibat dari puisi itu
ibu adalah putri orang hebat
pengakuan ibu tak paham syariat Islam mestinya menuntun ibu belajar dan bertanya.

Tetapi ibu malah menulis puisi yang melukai dan menusuk hati maka ijinkan aku bertanya.

apa yang hendak ibu pesankan dengan puisi sari konde itu?
ibu ingin kami tak bercadar?
ibu ingin kami tak melantunkan adzan?
apakah ibu sakit hati kepada kami, muslim mayoritas negeri ini?
masihkah toleransi kami ibu rasa kurang?
ibu,
ibu,
ibu Sukmawati
apa sih yang ibu mau?

Ibu Sukmawati,
tulis dan bacalah puisi yang membakar semangat anak bangsa
untuk bersatu dan bangkit membangun negeri

puisi yang menyemangati agar bangsa ini segera berdaulat dan mandiri
puisi yang menggelorakan jiwa agar kita biat bekerja membebaskan negeri dari lilitan hutang yang bukan kepalang
bukan puisi yang membuat luka
bukan puisi yang memicu amarah
bukan puisi yang mencabikk hati nurani
bukan puisi yang mengacakk persaudaraan dan persatuan

bukan puisi yang memecah belah
bukan puisi yang merusak ketenangan dan kedamaian

aku yakin ibu bisa
sangat bisa
itu saja ibu

Agus Purwanto (Gus Pur)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here