Gowes Bareng, NU-Muhammadiyah Kampanye Nggawe Masker dan Protokol Kesehatan

0
429
Rombongan NU dan Muhammadiyah saat acara Gowes Bareng. (Arif An/KLIKMU.CO)

KLIKMU.CO – Ormas Islam terbesar di Indonesia, yaitu Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah, menggelar kampanye nggawe masker dengan kegiatan Gowes Bareng. Program dalam rangka ikut memutus rantai persebaran Covid-19 ini diadakan oleh PC Nahdlatul Ulama (NU) Kota Surabaya dan PD Muhammadiyah Kota Surabaya pada Ahad (27/9) mulai pukul 06.00 WIB.

Start gowes bareng sepeda ini dimulai dari Kantor NU di Jalan Bubutan, kemudian bergerak ke Jalan Tunjungan, Grahadi, Yos Sudarso, dan berhenti sejenak di Kantor Muhammadiyah. Setelah itu, rombongan berlanjut ke Taman Surya dan finis di Polrestabes Kota Surabaya.

Peserta lengkap dari Pengurus PCNU dan Pimpinan Muhammadiyah Kota Surabaya berikut badan, majelis, ortom, dan banom serta pengurus kecamatan hadir ikut gowes dengan tetap menjaga protokol kesehatan.

Selain gowes, kedua pimpinan ormas tersebut membuat penandatanganan kampanye protokol kesehatan dan sosialisasi nggawe masker.

Penandatanganan kampanye protokol kesehatan dan sosialisasi nggawe masker oleh ketua PCNU dan ketua PD Muhammadiyah. (Arif An/KLIKMU.CO)

“Covid-19 belum selesai di Surabaya dan dunia. Kita tidak hanya bergantung kepada pemerintah dalam penanganan Covid. Ormas Islam NU dan Muhammadiyah harus punya peran yang besar menyadarkan masyarakat, khususnya dalam pemakaian masker, cuci tangan, dan jaga jarak. Kebersamaan NU dan Muhammadiyah luar biasa dan ke depan perlu ditingkatkan kembali,” ujar Dr H Mahsun MAg, Ketua PD Muhammadiyah Kota Surabaya yang juga wakil rektor Universitas Muhammadiyah Surabaya.

Senada dengan ketua Muhammadiyah, PCNU juga mendukung kegiatan bersama yang sifatnya rutin.

“Kegiatan giwes ini hendaknya diteruskan dengan kegiatan rutin lainnya, misalkan ngaji bersama. Karena sesungguhnya ormas Islam NU dan Muhammadiyah ada tokoh besar yang keduanya bersaudara. Tokoh NU adalah Sayid Alwi Abdul Aziz al-Zamadghon. Lazim disebut Kiai Mas Alwi. Ia putra kiai besar, Abdul Aziz al-Zamadghon. Bersepupu dengan KH Mas Mansyur (ketua PP dan tokoh Muhammadiyah) yang termasuk keluarga besar Sunan Ampel, yang juga pendiri sekolah Nahdlatul Waton,” kata Dr Muhibbin Zuhri, ketua PCNU Kota Surabaya

“Makam tokoh NU dan Muhammadiyah tersebut berdampingan. Maka, kegiatan bersama ini terus kita adakan dalam rangka kebersamaan dan penguatan ukhuwah,” katanya.

Acara gowes ini juga dihadiri komisioner KPU dan Bawaslu Kota Surabaya. Kemudian ditutup oleh sambutan Kasat Binmaspol Polrestabes Surabaya AKBP Fathoni. (AS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here