Guru Abad 21 Wajib Terapkan Penguatan Pendidikan Karakter

0
324

KLIKMU.CO – “Berikan action abad 21. Kalau belum, tandanya gurunya juga bukan guru abad 21.” Kalimat itu yang ditekankan Dra Aniek Sudjiatiningsih MSi, pengawas Dinas Pendidikan Jatim, dalam workshop yang diadakan oleh SMA Muhamamdiyah 4 Surabaya Kamis (21/3). Workshop bertajuk pengembangan model pembelajaran ini diharapkan dapat meng-update pemahaman guru dalam pembuatan RPP dan pelaksanaan pembelajaran di kelas.

Dalam Kurikulum 2013 (K13), guru dituntut untuk melakukan aksi abad 21. Aksi ini berbentuk pembelajaran yang mencakup empat hal, yakni kreatif, kritis, kooperatif, dan kolaboratif. Pembelajaran semacam ini dirasa paling pas untuk diterapkan pada generasi milenial seperti sekarang. Sebagai tambahan adalah pembiasaan literasi dan penguatan pendidikan karakter pada peserta didik.

Setelah sebelumnya menjadikan literasi sebagai kegiatan wajib dalam pembelajaran, Kemendikbud baru-baru ini mengharuskan penguatan pendidikan karakter (PPK) menjadi bagian dalam pembelajaran. Termasuk dalam PPK adalah sikap religius, nasionalis, mandiri, gotong royong, dan integritas. Sebagai bukti telah diterapkannya pembelajaran yang mencakup PPK, segala bentuk model dan penugasan dalam pembelajaran yang melibatkan pendidikan karakter harus tertulis dalam rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP).

“Rumuskan langkah-langkah pembelajaran yang di dalamnya dapat menumbuhkan karakter anak. Dalam apersepsi pun dapat diterapkan PPK, misalnya menanyai siswa yang tidak masuk lalu menyuruh teman-temannya untuk melakukan aksi peduli dalam menjenguk. Atau tugas-tugas yang dilakukan secara mandiri. Ini sudah PPK,” jelas Aniek.

Artinya, kata dia, segala tahap pembelajaran dapat dan harus melibatkan pendidikan karakter. Dengan demikian, siswa tak hanya sukses dalam belajar, tetapi juga sukses dalam menjalankan perannya sebagai bagian dari masyarakat.

Kegiatan yang berlangsung selama tiga jam ini memberikan banyak manfaat bagi guru. “Kami harap setelah pelatihan ini, RPP yang dibuat oleh guru-guru SMAMIV semakin lengkap dengan penerapan literasi dan pendidikan karakter,” tutur kepala SMAMIV dalam penutupan acara. Sebagai produk hasil pelatihan, guru-guru diminta untuk menyusun soal yang di dalamnya mampu memancing aksi literasi dan PPK. (Mira/Achmadsan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here