Guru Besar Teknologi Hasil Pangan Bicara Khasiat Makanan Sehat di Masa Pandemi

0
157
Prof Dr Ir Elfi Anis Saati MP, guru besar Universitas Muhammadiyah Malang. (UMM/KLIKMU.CO)

KLIKMU.CO – Pandemi Covid-19 telah mengubah banyak pola kehidupan masyarakat. Termasuk pola masyarakat memilih bahan konsumsi untuk perbaikan gizi keluarga. Prof Dr Ir Elfi Anis Saati MP, guru besar Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), punya formulasi khusus untuk menjaga daya tahan tubuh agar tidak mudah terjangkit Covid-19. Salah satunya dengan pangan sehat lokal.

“Kondisi saat ini menyadarkan kita sebagai bangsa agraris yang punya pangan lokal unggul dengan kekayaan hayati yang melimpah untuk memanfaatkan secara maksimal potensi yang kita punya. Semua kekuatan bangsa, keluarga, dan hubungan sesama harus melakukan evaluasi segera dan adaptasi yang cepat,” ungkap perempuan yang juga merupakan kepala Laboratarium Sentral UMM itu.

Elfi melanjutkan, pandemi Covid-19 ini perlu disikapi dengan tindakan yang cerdas dan tepat, antara lain menjaga keimanan (keyakinan pertolongan Allah, Tuhan YME), mengasah keilmuan (percaya kepada orang yang ahli di bidangnya), dan mendukung kesejahteraan bersama.

Saat menghadapi Covid-19 ini, dalam keluarga dilakukan upaya perbaikan gizi keluarga melalui pemanfaatan pekarangan. Juga membangun rantai pasok pangan (suppy chain) yang baik dengan tetangga, komunitas, dan jejaring yang dimiliki (petani, petambak, UKM, pengusaha lainnya).

“Sikap berikutnya adalan sikap berkeadilan, yakni membantu bagaimana akses kemudahan pangan diperoleh semua lapisan masyarakat. Tidak ada penimbunan, pemerataan distribusi antarwilayah, bahkan pembagian pangan setiap anggota keluarga, sesuai dengan kebutuhan gizi seimbang,” kata guru besar bidang teknologi hasil pangan tersebut, Senin (8/6).

Tips menghadapi pandemi Covid-19 yang belum menemukan obat dan vaksinnya ini, lanjut Elfi, diperlukan pertimbangan memilih dan konsumsi pangan yang cerdas, yaitu halal, tayib, dan terjangkau. “Tindakan mencegah (preventif) adalah pilihan tepat dan lebih baik daripada mengobati, serta dengan mengikuti imbauan beragam, bergizi, seimbang, dan aman (B2SA), Perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), maka infeksi Covid-19 tidak akan terjadi,” sebut Elfi.

Saran lainnya, sambung Elfi, memperbanyak mengonsumsi pangan, makanan minuman yang dapat mencegah penyakit, serta meningkatkan daya tahan/imunitas tubuh. Bahan pangan segar dan olahan yang mengandung protein (kelor), vitamin C (jeruk), vitamin A (buah-sayuran), vitamin B, vitamin D, mineral seperti fe, se, zink, K, mg membantu metabolisme tubuh, mencegah infeksi mikrobia (virus dan lainnya), Polifenol seperti pigmen flavonoid (antosianin: bunga mawar, delima, ubi jalar ungu dll), karotenoid, kurkumin (rimpang rempah), minyak atsiri (aromatik kayu putih,sirih, serai, herbal lain), Vitamin (C, A, E) sebagai antioksidan baik, potensial antimrobia bahkan antiinflamasi dan imunudolator.

“Jamu tradisional (rempah-rempah), pangan fungsional dan suplemen yang mengandung bioaktif tersebut sedang banyak yang membutuhkan. Pangan sehat yang mengandung prebiotik (serat, inulin) dan probiotik juga bisa andil membantu daya tahan tubuh yang mengkonsumsinya,” sambungnya.

Sari minuman sehat (antioksidan tinggi) dari sari bunga mawar lokal temuan Elfi Anis Saati juga turut membantu menekan perkembangan Covid-19 ini, karena mengandung antioksidan tinggi (Saati, ARPN 2016), antimikrobia 3 bakteri (Saati dkk, MJFAS 2018), serta telah diformulasi dengan tambahan rempah-rempah (jahe, kunyit, serai, kayu manis) yang dipercaya juga membantu meningkatkan imunitas tubuh para pelanggannya.

“Produk ini terus dikembangkan guna meningkatkan mutu dan variannya, dengan melaksanakan penelitian internal UMM dan terapan Kompetitif Kemenristek DIKTI secara berkelanjutan,” tandas Elfi. (Achmad San)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here