Guru Besar UM dalam Pembukaan DAD: IMM Bisa Lahirkan Para Cendekiawan

0
907
Guru besar UM Prof Djoko Saryono menyampaikan materi dalam pembukaan DAD IMM Raushan Fikr.

KLIKMU.CO – Bertempat di Aula BAU UMM Kampus III, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Komisariat Raushan Fikr FKIP UMM mengadakan pembukaan Darul Arqom Dasar (DAD) dengan tema “Penanaman Tri Kompetensi Dasar dalam Spirit Pergerakan Kader IMM Raushan Fikr” pada Rabu (9/10) pukul 18.30 WIB. Kegiatan ini diikuti oleh semua calon kader, kader-kader IMM Raushan Fikr, dan tamu undangan.

Ifan, ketua pelaksana, dalam sambutannya menyampaikan terima kasih dan permohonan maaf kepada semua peserta. Mahasiswa jurusan Pendidikan Bahasa Indonesia dan Sastra FKIP UMM
memberikan kata-kata penyemangat kepada calon kader baru IMM Komisariat Raushan Fikr FKIP UMM.

“Jangan jadi singa ketika melawan tikus yang mungil, tapi jadilah singa ketika ada permasalahan, ketimpangan, dan ketidakadilan di hadapan anda”, jelas pria Asal Bima NTB.

Ketua Umum Fendiyanto dalam sambutannya menjelaskan bahwa Darul Arqom Dasar (DAD) adalah gerbang awal dalam mewujudkan spirit pergerakan IMM Raushan Fikr, “DAD adalah awal penempaan diri kawan-kawan dalam memahami bagaimana cara mengimplementasikan Tri Kompetensi Dasar dalam kehidupannya kita,” jelas mahasiswa Pendidikan Matematika FKIP UMM itu.

“Tri Kompetensi Dasar IMM itu yakni religiusitas, intelektualitas, dan humanitas,” terang pria asal Madura tersebut.

Berbeda dengan DAD sebelumnya, pembukaan DAD tahun ini tidak hanya dikemas dengan stadium general, tetapi juga ada penambahan bedah buku. Adapun pembicara pada stadium general kali ini ialah dosen UMM Drs Nurbani Yusuf MSi dan sebagai pembedah Guru Besar UM Prof Djoko Saryono MPd.

Nurbani Yusuf menyampaikan pesan bahwa IMM harus mampu mengembangkan dialektika dan berperan dalam membangun mujadid-mujadid baru sebagai penerus KH Ahmad Dahlan. Sementara itu, Djoko Saryono selaku pembedah buku Literasi: Episentrum Kemajuan Kebudayaan dan Peradaban menyampaikan bahwa kita sedang merayakan zaman yang disebut era disrupsi.

“Dunia sekarang sedang memasuki revolusi industri 4.0 yang manusianya memiliki ketergantungan pada dua hal, yakni sinyal internet dan colokan listrik,” katanya.

“Kecakapan yang diperlukan pada abad 21 ini yakni kompetensi, literasi, dan karakter. Tiga hal ini yang membuat kita melek,” sambungnya.

Menurut Prof Djoko, di era sakarang sudah semuanya menjadi era mahadata dan tsunami informasi yang tidak mencari makna, padahal ketika menjadi cendekiawan itu harus bisa menembusi sampai dengan makna. “Lewat organisasi IMM akan bisa terwujud menjadi cendekiawan,” tegasnya.

Pada akhir sesi bedah buku, Nurbani Yusuf juga menyampaikan pendapatnya tentang buku Literasi yang ditulis oleh Prof Djoko Saryono. “Buku ini diterbitkan dua bulan yang lalu, namun naskahnya ditulis sepuluh tahun yang lalu. Akan tetapi, buku ini sangat relevan dengan fenomena sosial sekarang. Saya merekomendasikan buku ini karena sangat bagus,” ujarnya. (Bimby/Achmadsan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here