Guru dan Siswa Belajar Outdoor Virtual di Kebun Teh Wonosari

0
357
Guru SD Muhammadiyah 20 Surabaya menyelenggarakan pembelajaan outdoor virtual di Kebun Teh Wonosari. (Tahar/KLIKMU.CO)

KLIKMU.CO – Kegiatan outdoor merupakan kegiatan pembelajaran yang dilakukan sekolah-sekolah pada umumnya. Namun, pandemi Covid-19 rupanya cukup jadi penghambat. Menyiasati hal itu, Sekolah Kreatif SD Muhammadiyah 20 Surabaya melaksanakan outdoor secara virtual.

Outdoor perdana virtual kali ini diwakili oleh guru dan siswa-siswi kelas 4.di Kebun Teh Wonosari pada Rabu (14/10/2020). Ada setidaknya 90 partisipan yang ikut tergabung dalam pembelajaran virtual, baik dari siswa-siswinya maupun guru-gurunya.

Pada momen tersebut, siswa-siswi dan guru mempelajari apa saja yang berkaitan dengan pengolahan teh, mulai pemetikan, pengolahan, hingga sampai menjadi produk yang siap dikonsumsi.

“Kita di sana belajar langsung dari narasumber sambil keliling kebun juga. Banyak hal yang dipelajari mulai dari pemetikan teh sampai kemudian bisa diseduh,” kata Ustadzah Elok, salah satu guru.

Dia juga menjelaskan bahwa melalui pembelajaran virtual tersebut, seluruh siswa bisa melihat bagaimana suasana kebun teh, alat-alat yang pernah dipakai sebagai pengolah teh, produk-produk yang dihasilkan, sambil menyimak segala informasi yang disampaikan oleh narasumber.

“Sebenarnya di kebun teh ada paket melihat langsung proses pengolahan, tapi karena ada pandemi ya sangat terbatas belajarnya, hanya diceritakan. Tidak ada visualisasi dan tidak bisa masuk pabrik juga,” lanjut Ustadzah Elok.

Meski demikian, tidak menjadi alasan bagi siswa-siswinya untuk setidaknya memetik ilmu dari kegiatan tersebut. Zia, misalnya, yang fokus menyimak kegiatan. Saat melaksanakan pembelajaran, dia memakai seragam outdoor sambil nyemil selama kegiatan berlangsung.

Lebih lanjut, Ustadzah Elok mengakui kualitas bahan baku teh di Wonosari, Malang. Pasalnya, 90 persen memang teh di sana kualitas ekspor ke berbagai daerah. Misalnya ke Eropa, Amerika, dan Arab Saudi. Sementara yang 10 persen diperjualbelikan  di konternya Wonosari.

“Untuk produk yang bisa ditemukan di kontersana cukup bervariatif, misalnya ada white tea dan green tea,” tambah Ustadzah Elok. Dia berharap kegiatan pembelajaran tersebut bisa mengobati rasa rindunya belajar outdoor seperti yang sudah biasa dilakukan. (Tahar/AS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here