Guru Ini Kisahkan Pengalaman Pertamanya Belajar di Kampung Inggris

0
107
Zuly Ahsanul Bariyyah saat di Kampung Inggris Pare. (Foto pribadi/KLIKMU.CO)

KLIKMU.CO – Selama sebulan Zuly Ahsanul Bariyyah menempa ilmu di Kampung Inggris Pare. Salah satu pendidik Madrasah Penghafal Al-Qur’an MI Muhammadiyah 10 Rejosopinggir itu belajar di sana sejak 10 Oktober hingga 10 November 2020.

“Ketika Principal Madrasah Penghafal Al-Qur’an MI Muhammadiyah 10 Rejosopinggir meminta saya untuk belajar Bahasa Inggris, tidak ada kata penolakan dari saya. Karena menurut saya itu adalah kesempatan emas meskipun saya pribadi tidak punya dasar untuk belajar bahasa Inggris. Karena dulu saya belajar bahasa Inggris hanya di MI dan sudah kelas 6 setelah itu saya belajar di sekolah agama yang tidak terlalu mengutamakan Bahasa Inggris,” ujar Zuly kepada KLIKMU.CO, Ahad (25/10).

Zuly menambahkan, di Kampung Inggris Pare banyak kursus bahasa Inggris. Ia  memilih di Fajar English Course. Tapi, menurutnya, semua kursusan di Pare pada dasarnya bagus semua. “Karena lingkungan yang sangat mendukung dan semua tergantung kita. Mau sebagus apapun tempat kursus kalau kita tidak serius ya tidak ada hasilnya,”katanya.

Kegiatan dimulai Senin, 12 Oktober 2020 pukul 05.00. Kegiatan pertama adalah belajar di luar base camp, yakni menghafal vocabulary bersama tutor dan teman yang lain sampai pukul 06.00. Setelah itu bersih-bersih base camp, persiapan, dan berangkat ke Fajar English Course pukul 06.45.

Zuly menceritakan, dalam satu kelas bassic atau dasar kebetulan ada 20 murid dari berbagai daerah dan dengan berbagai alasan yang bermacam-macam. “Kebetulan di kelas saya kebanyakan laki-laki yang perempuan hanya 6,” lanjutnya.

Hari pertama, mereka belajar materi speaking  dengan Ms Dini dimulai dengan bermain game menghafal nama teman satu kelas. Kemudian dilanjutkan dua-dua berbicara bahasa Inggris dengan tema introduction. Setelah Ms Dini dilanjutkan dengan materi berikutnya, yakni pronuciation atau mengeja bersama Mr Andre. Jadi, mereka belajar cara membaca huruf abjad dan mengeja.

“Kemudian, istirahat pukul 09.00-09.30 digunakan untuk sarapan, lalu lanjut materi story atau cerita bersama Ms Hanum. Pelajaran dimulai dengan baca doa, kemudian Ms Hanum menyuruhkita untuk menggambar 10 gambar di buku masing-masing dan bebas gambar apa pun,” terangnya.

Setelah itu, Ms Hanum meminta kita menceritakan apa yang sudah di gambar itu kepada teman kita dengan menggunakan Bahasa Inggris.

Zuly melanjutnya, banyak cerita yang tidak nyambung, tapi tidak masalah. yang penting adalah praktik dan selalu berbicara dengan menggunakan bahasa Inggris.

Setelah itu, materi speaking lagi bersama M  Irul sampai pukul 11.30 dan kita kembali ke base camp masing-masing. Kemudian dilanjutkan lagi pukul 15.30 sampai 16.30 tentang vocabulary bersama Mr Habib dan kelas tutorial. Kemudian, kembali ke base camp dan dilanjut study club setelah isya di base camp masing-masing sampai pukul 09.00.

“Ciri khas dari kursus di Kampung Inggris Pare, khususnya di Fajar English Course, adalah lingkungkan yang mendukung. Sebab, setiap hari harus memakai bahasa inggris di mana pun berada, dan setiap hari Jumat selalu ada ujian di semua materi,” tandas Zuly. (AS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here