Guru PPG Lulus dengan ”Prasasti” 22 Buku

0
162
Arina Restian (kanan) dan Hari Sunaryo bersama 22 buku para guru program PPG UMM yang dibinanya. (Rochmatika/Klikmu.co)

KLIKMU.CO – Ada yang lain dari yudisium Program Studi Pendidikan Profesi Guru (PPG) UMM pada Rabu lalu (10/3/2021). Selain mengukuhkan para wisudawan, yudisium tersebut juga dimeriahkan dengan agenda launching 22 buku. Semua karya tersebut merupakan karangan dari para mahasiswa PPG yang diambil sumpah.

Ke-22 buku tersebut merupakan hasil dari program menulis yang diadakan oleh Prodi PPG. Saat diwawancarai, Arina Restian SPd MPd selaku penanggung jawab menjelaskan bahwa program ini dilaksanakan dengan tujuan melengkapi kemampuan para wisudawan, utamanya dalam hal menulis. Ia merasa sudah seyogianya setiap guru dapat menulis dengan baik hingga mampu mencetuskan sebuah karya.

“Tidak banyak pendidik yang memiliki skill ini. Padahal, menulis merupakan hal yang penting bagi mereka,” terangnya.

Arina mengaku bahwa inisiatif program tersebut berawal dari idenya yang ingin agar guru juga bisa menelurkan karya. “Saya ingin mengajak dan mendorong seluruh elemen pengajar profesional agar mampu menulis dan menjadi contoh bagi anak-anak didiknya,” ungkapnya.

Ke-22 buku itu memiliki berbagai tema yang sudah ditentukan. Ada yang  berisi tentang pengembangan media pembelajaran, ada pula yang membahas penguatan karakter serta pendidikan karakter di Indonesia. Meski begitu, dia mengakui komitmen menulis menjadi kendala dalam penyusunan buku-buku tersebut.

“Tentu saja semua agenda menemui kendala. Begitupun dengan penyusunan karya-karya ini. Namun, jika kita memiliki komitmen yang kuat, kendala-kendala yang ada akan lebih mudah dihadapi,” ujarnya.

Sementara itu, salah satu penulis dari buku tersebut, Nanang Fauzi, menyampaikan bahwa program ini bisa menjadi nilai positif, khususnya bagi para wisudawan. Ia juga menemui berbagai kendala saat mulai menulis buku. Salah satunya adalah masalah referensi.

“Saat itu karya yang saya tulis membutuhkan satu referensi penting. Namun sangat susah untuk mendapatkannya. Akhirnya saya mencari alternatif lain. Selain agar tulisan saya selesai, juga untuk menghindari rasa malas yang sering mampir,” ceritanya.

Ditanya ihwal harapan, Nanang ingin agar buku-buku yang sudah di-launching dapat memberikan manfaat lebih bagi para pembaca. Khususnya bagi para pengajar yang ada. Usai dibaca, ide-ide yang tersemat di buku juga bisa diadopsi dan diterapkan dalam proses belajar-mengajar. Selain itu ia juga berharap karya tersebut mampu menjadi pelecut agar para pendidik lebih bersemangat dalam menulis dan menerbitkan buku. (Rochmatika/AS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here