Haedar Nashir: Buzzer Adalah Musuh Terbesar Media Saat Ini

0
333
Ketua Umum PP Muhammadiyah Prof Dr Haedar Nashir MSi. (Foto diambil dari FB pribadi)

KLIKMU.CO – Tanggal 9 Februari diperingati sebagai Hari Pers Nasional (HPN). Dalam dunia media baru dewasa ini, ada banyak hal yang perlu dijadikan perhatian bersama. Salah satunya adalah adanya buzzer atau pendengung.

Hal itu disampaikan oleh Ketua Umum PP Muhammadiyah Prof Dr Haedar Nashir MSi. Menurut Haedar, musuh terbesar dunia pers saat ini, khususnya pers online melalui jalur media sosial, adalah para buzzer yang tidak tanggung jawab atas kebangsaan yang cerdas dan berkeadaban mulia.

Sebab, hal itu akan membawa kehidupan berbangsa dan bernegara ke suasana yang kontroversial dan menjurus ke konflik sosial antarsesama anak bangsa.

Haedar juga mengatakan bahwa pers Indonesia secara khusus dalam dinamika politik kebangsaan saat ini penting untuk menjalankan fungsi checks and balances sebagaimana menjadi DNA media massa sepanjang sejarah di negeri manapun.

“Jangan biarkan dunia kebangsaan dan kenegaraan di tanah air tercinta timpang tanpa fungsi kritis pers yang konstruktif demi masa depan Indonesia yang demokratis dan berkemajuan,” paparnya, Selasa (9/2/2021).

Pers juga dituntut proaktif mengakselerasi dinamika kehidupan kebangsaan agar Indonesia menjadi negara maju di era dunia modern abad ke-21.

“Jadikan momentum bersejarah di dunia pers ini sebagai kekuatan yang mencerdaskan sekaligus menjadi media checks and balances dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” ujarnya.

Dalam usaha mencerdaskan bangsa, lanjut Haedar, fungsi pers seperti media cetak, televisi, radio, dan kini media daring niscaya menjadi pranata sosial yang mengedukasi elite dan warga bangsa agar menjadi insan yang berpikir jernih, objektif, moderat, cerdas, beretika, dan berdaya kritis.

Pers bertanggung jawab atas pesan dan informasi yang disuarakannya ke ruang publik secara objektif dan profesional. Selain itu, tidak masuk dalam pusaran politik partisan maupun kepentingan lainnya yang dapat meluruhkan fungsi utama pers.

“Pers Indonesia bersama-sama komponen bangsa dituntut hadir menegakkan kebenaran, keadilan, kedamaian, persatuan, dan kemajuan bagi bangsa dan negara. Seraya menjauhkan diri dari hal-hal yang dapat meresahkan, memecah persatuan, dan konflik antarkomponen bangsa,” katanya.

“Fungsi integrasi sosial sangat diharapkan dari pers Indonesia saat ini,” tandasnya. (AS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here