Haedar Nashir Dikukuhkan Jadi Guru Besar Bidang Ilmu Sosiologi UMY, Berikut Pidatonya

0
253
Prof Dr Haedar Nashir MSi dalam pengukuhan guru besar di UMY. (Klikmu.co)

KLIKMU.CO – Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Haedar Nashir dikukuhkan sebagai guru guru besar Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) di Sportorium Kampus Terpadu UMY Kamis (12/12/2019). Dia menjadi guru besar dalam bidang ilmu sosiologi.

Dalam acara pengukuhan tersebut, Haedar menyampaikan pidato ilmiah yang berjudul ‘Moderasi Indonesia dan Keindonesiaan Perspektif Sosiologi’. Kedua hal ini sebagai pandangan dan orientasi tindakan untuk menempuh jalan tengah atau moderat yang merupakan keniscayaan bagi kepentingan masa depan Indonesia.

“Moderasi Indonesia dan keindonesiaan itu niscaya objektif dalam seluruh aspek kehidupan kebangsaan seperti politik, ekonomi, budaya, dan keagamaan,” ujar penulis buku Indonesia dan Keindonesiaan itu, Selasa (12/12/2019).

Orientasi itu kata dia, sejalan dengan landasan, jiwa, pikiran dan cita-cita kemerdekaan sebagaimana terkandung dalam Pembukaan UUD 1945 dan spirit para pendiri bangsa. Sebab itu, Indonesia harus dibebaskan dari segala bentuk radikalisme. Baik dari tarikan ekstrem ke arah liberalisasi dan sekularisasi maupun ortodoksi dalam kehidupan politik, ekonomi, budaya, dan keagamaan. Karena hal ini menyebabkan Pancasila dan agama-agama kehilangan titik moderatnya yang autentik di negeri ini.

Selain itu, Haedar juga berpesan agar istilah radikalisme tidak lantas digaungkan secara bias. Konstruksi radikalisme yang bias dan digeneralisasi secara luas, dapat menjadikan Indonesia berada dalam gawat-darurat radikalisme.

“Padahal sejatinya masih banyak aspek dan ruang sosiologis dalam kehidupan keindonesiaan yang moderat dan menjadi kekuatan Indonesia untuk menjadi negara maju dan bersatu sebagaimana cita-cita para pendiri bangsa,” kata penulis lirik lagu muktamar Muhammadiyah, Derap Berkemajuan, itu.

Haedar mengungkapkan, bagi umat Islam di Indonesia, sangat penting terus menembangkan moderasi Islam dalam arti membumikan Islam sebagai ajaran yang moderat untuk menjadi rahmat bagi semesta alam.

“Kenyataan memang masih dijumpai keberagamaan yang ekstrem atau radikal-ekstrem di tubuh umat Islam sehingga memerlukan moderasi,” ucapnya.

Menurutnya, moderasi merupakan jalan tengah dan penting bagi dunia Islam. Moderasi menjadi salah satu konsep kunci dalam Islam untuk memberikan solusi ideal dan praktis untuk mengembangkan kepribadian individu serta mekanisme kontrol dalam masyarakat.

Selain memiliki penjelasan filosofis mendalam, konsep itujuga berasal dari penggalan ayat dalam Al-Qur’an, yakni ummatan wasaan (ummat tengahan).

Fakta bahwa moderasi sebagai sebuah konsep ditemukan dalam agama dan tradisi lain. Ini membenarkan gagasan bahwa moderasi sebenarnya merupakan sebuah gagasan universal,” tuturnya.

Dalam acara pengukuhan guru besar tersebut, hadir sejumlah menteri Kabinet Indonesia Maju yakni Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menteri Agama Fachrul Razi, serta Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy.

Hadir pula sejumlah tokoh nasional seperti Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla, Mantan Ketum PP Muhammadiyah Syafii Maarif, Ketum PAN Zulkifli Hasan, politikus PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto, hingga mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pujiastuti. (Diolah dari Inews/Achmad San)


Sumber: https://www.google.co.in/amp/s/www.inews.id/amp/daerah/yogya/haedar-nashir-dikukuhkan-jadi-guru-besar-universitas-muhammadiyah-yogyakarta

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here