Haedar Nashir: Kerja Muhammadiyah Tidak Gegap Gempita, tapi Hasilnya Selalu Nyata

0
1412
Foto diambil dari Suara Merdeka Solo

KLIKMU.CO – Masuknya sejumlah kampus Muhammadiyah ke universitas Islam terbaik dunia versi uniRank 2021 membuat Prof Dr Haedar Nashir MSi bangga. Ketua umum PP Muhammadiyah itu memberikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah bekerja dengan baik. Khususnya UMM yang menempati peringkat pertama dalam daftar tersebut.

“Pimpinan Pusat Muhammadiyah menyampaikan apresiasi tinggi dan terima kasih kepada PTM, Majelis Diktilitbang dan PWM, serta semua komponen persyarikatan yang berkhidmat sepenuh komitmen, kesungguhan, pengorbanan, pengabdian dan usaha yang tiada henti dalam spirit tidak banyak bicara tetapi banyak bekerja yang nyata dan membanggakan,” kata Haedar dalam rilisnya, Kamis (18/2/2021).

Di samping Universitas Muhammadiyah Malang, ada Universitas Muhammadiyah Yogyakarta di peringkat ke-4, Universitas Muhammadiyah Surakarta peringkat ke-8, Universitas Ahmad Dahlan (30), Universitas Muhammadiyah Semarang (32), Universitas Muhammadiyah Purwokerto (39), Universitas Muhammadiyah Ponorogo (50), Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (56), Universitas Muhammadiyah Metro (59), Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (59), Universitas Muhammadiyah Surabaya (76), dan Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka (80).

Haedar menjelaskan, apa yang sudah dilakukan Muhammadiyah membuktikan bahwa persyarikatan ini telah memberikan energi positif yang unggul dalam menebar kebaikan bagi umat, bangsa, dan dunia. Muhammadiyah, baginya, selalu memberikan kontribusi yang konstruktif bagi kehidupan umat manusia kapan pun dan di mana pun.

“Muhammadiyah sering hadir tidak gegap gempita, tetapi selalu terpanggil berbuat nyata yang memberi maslahat bagi kehidupan bersama,” tegas Haedar.

Haedar lantas mengutip pesan nabi bahwa sebaik-baik manusia ialah yang memberi manfaat bagi sesama. “Maka dari itu, jika belum bisa meringankan masalah bangsa, jangan membuat masalah dan menambah beban bangsa,” tegasnya.

Haedar melanjutkan, segenap anggota, kader, pimpinan, dan kelembagaan di Muhammadiyah mesti menggelorakan semangat berbuat yang terbaik untuk umat dan bangsa sebagai etos gerakan. Sebab, ciri Muhammadiyah itu sedikit bicara, tapi banyak bekerja.

“Setidaknya bicara seperlunya dan bermakna, seraya perbanyak bekerja yang memberi maslahat dan mencerahkan sesama,” tutur Haedar.

Muhammadiyah meyakini siapa pun yang berbuat kebaikan walau hanya sebesar biji sawi, buahnya adalah kebaikan. Namun sebaliknya bila berbuat keburukan meski ditutup-tutupi maka keburukan itu akan tampak dan berbalik kepada siempunya.

“Ciri utama Muhammadiyah senantiasa tampil sebagai pemecah masalah dan bukan penyebar masalah. Menebar maslahat sekaligus mencegah mafsadat. Selalu bermuhasabah, apa yang sudah diperbuat untuk kebaikan orang banyak tanpa meminta laba, siapa tahu kita belum menjadi yang terbaik dalam amaliah nyata bagi sesama,” kata Haedar.

Haedar Nashir memastikan bahwa Muhammadiyah akan selalu hadir di mana pun untuk meringankan dan bukan menambah beban hidup bersama. Muhammadiyah mengedepankan sikap cerdas-berkualitas dan bukan komunitas dalam membuka jalan terang dan menjadi suluh bagi kehidupan.

“Inilah karakter utama pergerakan Muhammadiyah sebagai pembawa misi Islam berkemajuan yang menampilkan keunggulan dan kebajikan nyata, meneladani dan mempraktikkan risalah nabi sebagai penyebar rahmatan lil alamin di muka bumi,” tandas Haedar. (AS)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here