Haedar Nashir: Muktamar IPM Jadi Muktamar Uswah Hasanah

0
76
Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir saat mengisi muktamar IPM. (Isrotul Sukma/PWMU.CO)

KLIKMU.CO – Pembukaan Muktamar XXII IPM resmi dibuka oleh Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir secara daring. Ditandai dengan mengetuk tangan tiga kali di atas podium. Ia menyampaikan berbagai amanah untuk pelajar IPM, Jumat (26/3/2021) sekitar pukul 14.30 WIB.

Haedar menyampaikan tentang akselerasi perkembangan teknologi dengan tuntutan zaman yang harus adaptif. Ia juga memberikan pesan harunya. “Saya juga turut memperhatikan persiapan menuju Muktamar IPM di media sosial. Hashtag #Muktamar22IPM juga ramai. Itu artinya kalian sudah adaptif memahami muktamar dalam suasana baru,’’ ungkapnya.

Haedar juga berpesan bahwa wahana musyawarah secara online bukan sekadar pergantian pemimpin, tetapi menegaskan Muktamar XXII membawa mandat memajukan organisasi. “Kader IPM taklukkan  dunia  dengan cakrawala sehingga  melampui batas sesuai dengan tema beyond the limit serta terus membawa spirit nuun walqolami wamaa yasthurun,” paparnya.

‘’Kalianlah pewaris Muhammadiyah yang sah. Silakan berdiaspora baik di kalangan pemerintahan Indonesia maupun kancah internasional,” tutur Haedar.

Haedar Nashir juga berpesan kepada seluruh kader IPM Indonesia bahwa muktamar secara daring ini harus menjadi bukti bahwa IPM bisa menjadi teladan dan penuh amanah serta meningkatkan kecerdasan digital. ”Muktamar daring tidak perlu lempar-lempar kursi, jangan pula lempar-lempar  monitor. Cukup dengan dialektika yang anggun,’’ pesannya.

Haedar mengibaratkan sebagai Muktamar Uswah Hasanah. Yakni, berarti ajang musyarawah yang melibatkan sejumlah massa, namun dalam pelaksaannya tetap dipayungi akhlak yang mulia. “Insya Allah menjadi contoh bagi yang lain. Muktamar yang penuh amanah serta insya Allah tidak ada yang lempar kursi karena tidak ada kursi yang bisa dilempar. Muktamar IPM insya Allah akan sukses sebagaimana Muktamar Muhammadiyah dan Aisyiyah,” tuturnya.

Haedar lantas mengutip pesan KH Dahlan bahwa Muhammadiyah saat ini akan berbeda dengan Muhammadiyah yang akan datang. Karena itu, hendaklah warga muda-mudi Muhammadiyah terus menjalani dan menempuh pendidikan serta menuntut ilmu pengetahuan di mana dan kapan serta ke mana saja.

“Menjadi dokter kembalilah kepada Muhammadiyah, jadilah master, insinyur, lalu kembalilah kepada Muhammadiyah,” kutip Haedar. (Vira/AS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here