Pesan Haedar Nashir: Para Siswa Harus Menjadi Kader Muhammadiyah Ulul Albab

0
529
Ketua Umum PP Muhammadiyah Prof Dr Haedar Nashir dalam acara di Malang.

KLIKMU.CO – Semarak Milad Ke-107 Muhammadiyah ada di manah-mana. Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Malang, rangkaian acara ini mwnghadirkan langsung Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Prof Dr H Haedar Nashir MSi.

Mengusung tema “Muhammadiyah Mencerdaskan Kehidupan Bangsa”, acara berlangsung di Masjid KH Ahmad Dahlan Karang Ploso, Malang, Ahad (3/11).

Prof Haedar memberikan pesan kepada sekolah-sekolah Muhammadiyah, tak terkecuali kepada SMA Muhammadiyah 02 Sumberpucung. “Semua civitas academica yang ada di SMA Muhammadiyah 02 Sumberpucung harus mengambil inspirasi dan spirit KH Ahmad Dahlan untuk menjadi pelopor pembaruan. Para siswanya harus menjadi kader Muhammadiyah ulul albab,” jelasnya.

Menurut Haedar, yang dimaksud spirit KH Ahmad Dahlan adalah sebagai tokoh dan pendiri Muhammadiyah yang memperjuangkan kemerdekaan dan berperan aktif dalam meletakkan fondasi negara Indonesia.

“Beliau sejak awal senantiasa berorientasi pada sikap dan gagasan yang berkemajuan. Sebab, Muhammadiyah percaya Islam merupakan agama yang mengandung nilai-nilai kemajuan yang diturunkan untuk mewujudkan kehidupan umat manusia dan membawa rahmat bagi alam semesta,” tuturnya.

Haedar menambahkan, Muhammadiyah selalu nyata dalam hal mencerdaskan dan memajukan kehidupan bangsa, khususnya di bidang pendidikan. Muhammadiyah telah diakui oleh masyarakat luas dan juga pemerintah Republik Indonesia.

“Dalam hal itu, maka pemerintah menetapkan KH Ahmad Dahlan sebagai Pahlawan Nasional melalui Keputusan Presiden Nomor 657 Tanggal 27 Desember 1961,” katanya.

 

Prof Haedar Nashir meyakini bahwa siswa SMA Muhammadiyah 02 Sumberpucung dapat mencapai tujuan inspirasi dan spirit KH Ahmad Dahlan sebagai kader Muhammadiyah yang berkemauan dan memajukan kehidupan bangsa yang adil, bermartabat, maju, dan berdaulat.

“Juga berkarakter Muhammadiyah ulul albab (sekelompok manusia pilihan yang berintelektual, Red), kader yang cerdas memiliki kekuatan akal budi, moral, dan ilmu pengetahuan yang unggul untuk memahami realitas persoalan. Selain itu, mampu membangun kehidupan bangsa yang bermakna bagi terwujudnya cita-cita nasional. Mampu memiliki iman dan takwa yang kukuh serta berkepribadian akhlaqul jarimah,” ujar Haedar yang baru saja dinobatkan sebagai guru besar bidang sosiologi dari UMY. (*/Achmadsan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here