Hanya 2 Bulan, Muhammadiyah Telah Salurkan Rp 2,9 Miliar bagi Korban Bencana

0
1478
MDMC dan Lazismu saat menyalurkan bantuan kepada korban bencana longsor di Nganjuk. (Foto istimewa)

KLIKMU.CO – Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) bersama Lazismu total telah menyalurkan dana kebencanaan hampir Rp 3 miliar. Tepatnya sebesar Rp 2.988.377.861. Sementara itu, total penerima manfaat dana kebencanaan yang sudah disalurkan tersebut meliputi 268.210 jiwa sepanjang Januari dan Februari 2021. Dana tersebut adalah total bantuan yang meliputi dana dan logistik yang dirupiahkan.

Dilansir dari Lazismu.org, sebanyak 268.210 jiwa penerima manfaat tersebut terbagi menjadi 5.634 penerima manfaat pembersihan dampak bencana, 2.315 jiwa penerima manfaat psikososial, 4.368 penerima manfaat pelayanan kesehatan, 670 jiwa penerima manfaat operasi evakuasi dan penyelamatan.

Lalu, 80 jiwa hunian darurat, 33.869 jiwa penerima manfaat distribusi logistik, 154.439 jiwa penerima manfaat makanan siap saji, 336 jiwa penerima manfaat sosialisasi, 51.630 jiwa penerima manfaat air bersih, 14.842 jiwa penerima manfaat distribusi masker, dan penerima manfaat jembatan darurat yang jumlahnya tak terhitung.

Sementara itu, tim respons bencana Muhammadiyah terdiri atas 2.271 orang. Terbagi menjadi 23 personel psikososial, 3 personel tim asistensi, 75 personel tim kesehatan, 2.061 personel relawan umum, 11 personel manajemen posko, 47 personel dapur umum, 4 personel driver, 21 personel tim sar, 2 personel tim media, dan 24 personel tim logistik.

Ketua MDMC Budi Setiawan menyatakan bersyukur MDMC dan Lazismu bisa mengumpulkan dan mendistribusikan dana bantuan dengan angka yang cukup besar. Menurut dia, korban bencana tidak hanya mendapatkan bantuan ketika terjadi bencana, tetapi juga pascabencana.

“Misalnya, di Lombok kita bangun hunian sementara. Jadi, kita tidak hanya memberikan ketika bencana, tetapi juga pascabencana,” ujarnya.

Budi juga menyampaikan bahwa MDMC memiliki alokasi anggaran untuk pelatihan. Tujuannya sebagai penguatan kapasitas wilayah bencana. “Sehingga masyarakat di berbagai daerah dapat semakin kuat menghadapi bencana,” terangnya.

Budi punya alasan yang masuk akal akan pentingnya pelatihan bagi mereka. Sebab, bencana sering terjadi tanpa mengenal waktu. Karena itulah, MDMC bersama Lazismu menyalurkan dana tidak hanya dalam bentuk bantuan langsung, tetapi juga berupa pelatihan ketangguhan masyarakat terhadap bencana.

“Lazismu masih harus terus melakukan penggalangan dana agar Lazismu memiliki simpanan untuk menyiapkan kemungkinan bencana yang terjadi di berbagai daerah. Tahun ini kita mendapatkan peringatan badai La Nina, peningkatan curah hujan dengan begitu tinggi,” imbuhnya.

Maka dari itu, MDMC bersama Lazismu harus bisa menggunakan ilmu pengetahuan untuk memprediksi bencana dan memberikan bantuan kebencanaan secara terprogram sehingga bisa bermanfaat bagi masyarakat. (Yusuf/AS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here