Happy Ending dengan Meraih Piala Lailatul Qadar

0
162
Ketua PWM DKI Jakarta H.M. Sun’an Miskan Lc. (Foto istimewa)

Oleh: H.M. Sunan Miskan Lc. *)

KLIKMU.CO

Ketaatan itu ada dua macam.

Pertama, ketaatan fisik yaitu ketaatan hukum syari yang mengatur pergaulan dengan sesama.

Kedua, ketaatan moral yaitu ketaatan pada hukum yang telah ditetapkan Allah dalam fitrah manusia, seperti tidak dengki, tidak sombong. Ia penuh kasih, merendahkan diri, namun pemberani kepada hal yang benar, optimistis, menolong sesama sampai akhir hayatnya, maka ia menjadi husnulkhatimah. Ia happy ending.

Happy ending ialah fitrah manusia. Seorang pelajar ingin lulus dengan nilai istimewa. Seorang olahragawan, pemain sepak bola, kepengin ditutup dengan mendapatkan gol sebanyak-banyaknya. Seorang politikus ingin happy ending dengan menduduki jabatan teratas di suatu pemerintahan. Pasangan suami istri ingin happy ending sampai kelak menjadi kiki dan nini.

Di dalam ibadah puasa mengajarkan ketaatan pada kedua hal tersebut. Taat fisik: tidak makan dan minum dan hubungan suami istri di siang hari. Taat moral: tidak marah-marah, tidak bikin gaduh, terutama malam hari dan tidak mau diajak bertengkar.

Namun, ketaatan moral lebih menonjol karena ia landasan ketaatan fisik. Konsisten dengannya akan happy ending dengan mendapatkan piala Lailatul Qadar. Lailatul Qadar oleh Nabi saw dijelaskan bahwa itu adalah persoalan maknawi, persoalan moral. Ia dicari sejak awal Ramadan, tetapi Nabi mendapatkannya di akhir Ramadhan di endingnya.

Sebagaimana yang dijelaskan oleh sahabat beliau, Said Al Khudriy, dalam hadist riwayat Bukhory dan Muslim. Rasulullah saw di saat subuh, di akhir Ramadhan setelah sebulan mencari Lailatul Qadar, seperti arahan Jibril, bersabda: Siapa yang tadi malam berikikaf denganku, sesungguhnya tadi malam aku diperlihatkan Lailatul Qadar dalam mimpi, di akhir Ramadhan yang ganjil, saya diperlihatkan seperti sujud di atas air dan tanah lumpur. Berbahagialah kalian dan kembalilah.

Para ahli hadist menakwilkan bahwa piala Lailatul Qadar itu adalah masalah maknawi, dalam bentuk mimpi sebagaimana yang dialami Rasul SAW. Beliau lalu menyadari akan kembali ke tanah, tidak boleh sombong dan harus berbekal dengan amal saleh.

Di antara amal saleh yang ada di penutup Ramadhan ialah zakat fitrah untuk peduli kaum fuqara dan miskin dilanjutkan dengan silaturahim dan saling memaafkan. Terutama kalau melakukan kesalahan terhadap sesama kapan saja dan si mana saja.

Mari kita konsisten dengan amalan puasa Ramadhan agar happy ending dengan mendapatkan piala Lailatul Qadar.

*) Ketua PWM DKI Jakarta

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here