Hari Pendidikan Nasional dan Hakikat Merdeka Belajar

0
62
Andi Hariyadi. (Foto pribadi/Klikmu.co)

Oleh: Andi Hariyadi, guru SD Muhammadiyah 22 Surabaya

KLIKMU.CO

Memperingati Hari Pendidikan Nasional di saat pandemi Covid-19, ketika para siswa masih belajar di rumah, tidak mengurangi upaya kita dalam memberikan penguatan mencerdaskan anak bangsa dengan karakter keunggulan yang mampu berkompetisi dan berinteraksi secara mandiri berkarya, merdeka  belajar, serta menguatkan keimanan dan ketakwaan sebagai dasar pendidikan yang mencerahkan.

Hari Pendidikan Nasional mengingatkan kita pada wahyu yang pertama surah Al A’laq ayat 1-5, yang mendorong kita untuk menekankan pentingnya membaca, dikaitkan dengan nilai-nilai spiritual kekuasaan dan keagungan kekuasaan Allah SWT. Aktivitas membaca yang terkoneksi dengan ketauhidan menjadikan diri ini merdeka, terlepas dari jeratan sikap kerendahan, kehinaan, dan selanjutnya tersesat jauh dari hidayah Allah SWT.

Merdeka belajar membebaskan diri dari kemalasan yang berakibat kebodohan, rendah kompetensinya, dan lebih parahnya rusaknya etika keteladanan. Dari semangat iqra kita menemukan banyak hal dalam mengisi makna merdeka belajar.

Pertama, merdeka belajar dengan kesungguhan mencari ilmu, terbukalah wawasan, cara pandang, dan sikap model gerakan yang tercerahkan karena terintegrasikan  dengan wahyu Allah SWT.

Kedua, merdeka belajar menjadi energi perubahan yang lebih berarti sehingga ilmu yang didapat bermanfaat untuk menjadi solusi pada kehidupan ini.

Ketiga, merdeka belajar menjadikan diri untuk terus melakukan penguatan dan pengembangan serta perluasan potensi diri. Sehingga ada kreativitas dan inovasi dalam proses pendidikan serta berkolaborasi dengan berbagai stakeholder untuk proses pendidikan yang berkarakter.

Keempat, merdeka belajar menginspirasi untuk menghargai keragaman potensi bakat yang dimiliki untuk menghasilkan karya dan prestasi.

Menggerakkan pendidikan dengan merdeka belajar selalu memperluas akses belajar. Agar anak bangsa ini mendapatkan keadilan dalam dunia pendidikan. Proses pendidikan merdeka belajar mampu mengembangkan dari teks ke konteks untuk kesadaran kebermaknaan. Sebab, pendidikan dengan merdeka belajar tanpa kebermaknaan penguatan karakter spiritual akan menghasilkan produk hadirnya manusia yang liar, serakah, dan arogan.

Puasa Ramadhan merupakan upaya penguatan pendidikan karakter. Berubah menjadi ketakwaan sebagai derajat kemuliaan, semangat kepedulian dan berbagi, serta istiqamah menuju perubahan yang lebih berarti.

Merdeka belajar menumbuhkan spiritual yang tercerahkan, dengan akhlak mulia, memberi yang lebih berarti untuk negeri, mengeluarkan dari belenggu ketidakberdayaan menjadi kuat dan berdaya guna menghadapi derasnya arus globalisasi dan kompetisi untuk tetap menjadi pribadi merdeka dan berjaya.

Selamat Hari Pendidikan Nasional. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here