Haris Azhar: Pam Swakarsa Itu Adalah Orba Era 4.0

0
175
Haris Azhar (Tribunnews)

KLIKMU.CO – Kapolri Listyo Sigit Prabowo berencana menghidupkan lagi Pasukan Pengamanan Masyarakat Swakarsa atau biasa disebut Pam Swakarsa saat menjalani uji kelayakan dan kepatutan yang dilaksanakan Komisi III DPR di Senayan Rabu pekan lalu (20/1/2021). Menurut dia, Pam Swakarsa itu bakal disinergikan dengan kepolisian.

“Pam Swakarsa harus lebih diperanaktifkan dalam mewujudkan kamtibmas (keamanan dan ketertiban masyarakat). Jadi, kami hidupkan kembali,” ujarnya saat itu.

Pam Swakarsa, lanjut Listyo, akan diintegrasikan dengan perkembangan teknologi informasi dan fasilitas-fasilitas yang ada di Korps Bhayangkara.

Rencana itu pun terus mendapat sorotan tajam dari kalangan sipil. Program yang menjadi salah satu prioritas Listyo tersebut dianggap bisa menghidupkan organisasi masyarakat yang mirip Front Pembela Islam (FPI).

Salah satu kritik datang dari dari aktivis hak asasi manusia (HAM) Haris Azhar. Menurut dia, wacana mengaktifkan Pam Swakarsa sangat kontradiktif dengan kebijakan pemerintah belakangan ini. Misalnya, pembubaran dan pelarangan segala aktivitas Front Pembela Islam (FPI) melalui surat keputusan bersama (SKB) enam menteri/kepala lembaga akhir Desember lalu.

Haris menyatakan, FPI merupakan salah satu ormas yang menjadi elemen anggota Pam Swakarsa. FPI dideklarasikan pada 17 Agustus 1998 atau saat pemerintah membentuk Pam Swakarsa. Misi utamanya kala itu adalah membantu TNI menyukseskan sidang istimewa MPR pada November di tahun yang sama. ”Cikal bakal FPI ini kan dari Pam Swakarsa,” ucap Haris dikutip dari Jawa Pos, Sabtu (23/1/2021).

Karena itu, lanjut Haris, rencana pengaktifan Pam Swakarsa akan menimbulkan kebingungan di tengah masyarakat. Di satu sisi, kata dia, pemerintah membubarkan FPI yang merupakan ’’anak’’ Pam Swakarsa. Namun, di sisi lain, Polri malah berencana mengaktifkan lagi Pam Swakarsa. ”Tujuannya jadi enggak jelas,” tutur direktur eksekutif Lokataru Foundation tersebut.

“Katanya sekarang revolusi 4.0, tapi pemerintah malah menciptakan Orba 4.0. Polri saat ini malah mundur 30 tahun,” kata Haris Azhar.

Dibangkitkannya kembali Pam Swakarsa, lanjut Azhar, merupakan bentuk kegagalan negara dalam melakukan keamanan sampai tingkat masyarakat.

Haris pun khawatir Pam Swakarsa akan memiliki kekebalan hukum saat melakukan tindak kekerasan di tingkat masyarakat. Hal itu diperparah dengan terbitnya Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 7 Tahun 2021 tentang Rencana Aksi Nasional Pencegahan dan Penanggulangan Ekstremisme Berbasis Kekerasan.

“Ini malah akan semakin banyak orang melaporkan dan memidanakan tetangganya,” ujarnya.

Selain itu, menurut dia, pembentukan PAM Swakarsa merupakan motif Polri untuk memasukkan anggotanya sampai ke tingkat masyarakat. Mengingat, kini banyak anggota Polri maupun yang telah pensiun masuk di tubuh Komisi Pemberantas Korupsi (KPK), Kementerian, sampai BUMN.

“Sekarang polisi masuk ke masyarakat. Semua akan jadi polisi pada akhirnya,” tegasnya. (AS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here