Hasil Pilpres AS: Biden Hanya Butuh Enam Suara Lagi untuk Jadi Presiden

0
108
Calon presiden dari Partai Demokrat Joe Biden (kiri) dan calon presiden dari Partai Republik Donald. (BBC)

KLIKMU.CO – Hingga Rabu malam (4/11/2020) waktu setempat, capres dari Partai Demokrat Joe Biden telah memperoleh 264 suara electoral college (dewan elektoral), sedangkan capres petahana Donald Trump memperoleh 214 suara elektoral dalam Pilpres Amerika Serikat (AS) 2020. Hasil itu menurut laporan Associated Press.

Karena itu, sebagaimana diberitakan Kompas.com, Biden hanya butuh enam suara elektoral lagi untuk dapat melenggang ke Gedung Putih. Hingga saat ini, masih ada lima negara bagian yang belum rampung melakukan penghitungan suara. Salah satunya adalah negara bagian kunci, Pennsylvania.

Beberapa media AS melaporkan kemenangan untuk petahana dari Partai Republik di 23 negara bagian. Di antaranya, Florida, Texas, Indiana, Kentucky, Missouri, dan Ohio. Sementara itu, Joe Biden memenangi 22 negara bagian, termasuk Delaware, California, dan New York.

Mantan wakil presiden tersebut juga telah mengambil alih kemenangan di tiga negara bagian yang dimenangi Trump pada 2016, yakni Arizona, Michigan, dan Wisconsin.

Menurut laporan Kompas.com, jika Biden menang di Nevada, secara teori dia akan mendapat 270 suara elektoral yang diperlukan. Harapan Partai Demokrat yang memprediksi menang cepat dan telak bagi Biden rupanya tidak tercapai. Mereka harus menunggu hingga Biden memperoleh minimal 270 suara elektoral.

Deklarasi Kemenangan Trump 

Di sisi lain, Donald Trump malah sudah mendeklarasikan kemenangannya. Calon petahana itu bahkan meminta penghitungan suara di beberapa negara bagian dihentikan saja. Padahal, hasil electoral votes hingga tadi malam justru menunjukkan Joe Biden unggul.

Deklarasi kemenangan itu disampaikan Trump kemarin pukul 02.00 waktu setempat dari Gedung Putih. ”Kita sudah bersiap menggelar perayaan besar. Faktanya, kita sudah memenangi pemilu ini,” ujar pria 74 tahun tersebut sebagaimana ditulis Associated Press yang dikutip dari Jawa Pos.

Trump terjun ke Twitter ddan mengklaim lawan-lawannya mencoba ”mencuri pemilu”. Namun, Twitter membatasi akses unggahan tersebut. ”Kami unggul BESAR, tetapi mereka mencoba MENCURI Pemilu. Kami tidak akan pernah membiarkan mereka melakukannya. Suara tidak dapat diberikan setelah Pemungutan Suara ditutup!” tulis Trump di Twitter.

Tanggapan Biden

Kubu Biden menanggapi sinis deklarasi kemenangan Trump dan tuntutan penghitungan suara dihentikan. ”Pernyataan tentang menghentikan penghitungan jutaan suara yang sah itu benar-benar menjijikkan. Dia terang-terangan ingin menghilangkan demokrasi di negara ini,” kata Jen O’Malley Dillon, kepala tim kampanye Biden, kepada CNN. (AS/sumber diolah)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here