Heboh Permainan Catur, Begini Hukumnya Menurut Ustadz Adi Hidayat

0
251
Instagram Ustadz Adi Hidayat.

KLIKMU.CO – Belakangan permainan catur tengah ramai diperbincangkan. Terutama ketika Irene Kharisma Sukandar menantang pemain catur “amatiran” Dewa Kipas yang sempat heboh di jagat dunia maya. Irene yang merupakan seorang grand master menang telak dengan skor 3-0 dalam acara yang ditayangkan di podcast (diniar) Deddy Corbuzier itu.

Lantas, bagaimana Islam memandang permainan tersebut? Ustadz Adi Hidyat, salah satu dai nasional, menyebutkan bahwa hukum bermain catur bisa dilarang dalam Islam jika dapat menimbulkan perbuatan-perbuatan tidak baik, seperti perdebatan, perselisihan, apalagi sampai mencela. Ada sejumlah ulama yang mengharamkan. Misalnya, Ali bin Abi Thalib dan Said bin Ubair.

“Kalau sifat caturnya seperti itu, banyak berdebat, berselisih, saling mengolok-olok, diharamkan. Apalagi dalam pertandingan online misalnya netizennya saling mengolok-olok,” ujar Ustadz Adi Hidayat dikutip dari Instagramnya, @adihidayatofficial, Rabu (24/3/2021).

Jadi, karena perbuatannya, catur berpotensi haram. Atau, waktunya sangat lama yang hukumnya jadi makruh. “Kecuali, bisa sebab-sebab itu hilang,” lanjutnya.

Ustadz Adi Hidayat menjelaskan, catur bisa dihukumi mubah/boleh apabila diniatkan hal-hal baik. Misalnya, bertujuan untuk melatih kematangan dalam berpikir, kecepatan dalam merencanakan, atau berlatih strategi. Yang begitu diperbolehkan oleh sebagian ulama.

Dan yang paling penting, tegas Ustadz Adi Hidayat, catur jangan sampai meninggalkan kewajiban-kewajiban lain seperti salat. “Itu pendapat dari sebagian (ulama) Hanafiyah hingga sebagian Malikiyah diperbolehkan,” tuturnya.

Ustadz Adi kembali menegaskan bahwa jika permainan catur itu bertujuan untuk melatih otak, hukumnya diperkenankan. Asalkan, tegas dia, tidak lama waktunya sehingga sampai melupakan kewajiban lain. (AS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here