Heboh Puisi Sukmawati, Begini Respons Sekretaris Umum PP Muhammadiyah

0
2885
Respons Teduh: Dr. H. Abdul Mu'ti, M.Ed. Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah. (Foto: sukoharjomu.com)

KLIKMU.CO – Respons terhadap puisi kontroversial Sukmawati Soekarno Putri yang dinilai menyinggung perasaan umat Islam terus mengalir. Kali ini, respons juga datang dari Dr. H. Abdul Mu’ti, M.Ed. Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah.

Berbeda dengan respons mayoritas umat Islam, Ustadz Mu’ti, demikian panggilan akrabnya, menyikapi puisi yang dibaca Sukmawati pada pagelaran peragaan busana Anne Avantie, Kamis (29/3) lalu itu dengan nada teduh.

“Saya kira, Ibu Sukmawati tidak bermaksud menghina Islam. Sepertinya beliau bermaksud agar bangsa Indonesia tetap memelihara budaya Indonesia dengan senantiasa berbusana dan berbudaya nasional. Terkait dengan azan yang tidak merdu, mungkin yang biasa beliau dengar sedang pas tidak merdu,” ujarnya kepada KLIKMU.CO, Selasa (3/4) malam.

Ustadz Mu’ti juga menilai, sebagai seorang muslimah, Sukmawati yang merupakan anak dan cucu para tokoh Muslim, yakni Bung Karno dan Ibu Fatmawati, di mana keduanya adalah Muslim yang taat beribadah dan sangat maju, tentu tidak berniat untuk melecehkan Islam.

“Begitu pula dengan kakek beliau K.H. Hasan Din di Bengkulu. Sebagai seorang Muslimah tidak mungkin beliau berniat dan sengaja menghina Islam dan umat Islam. Lebih tepatnya beliau sedang melakukan otokritik,” tandasnya.

Karena itu, mantan Ketua Umum Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah itu mengimbau kepada umat Islam agar tidak bereaksi secara berlebihan yang berpotensi membuat situasi kebangsaan makin gaduh.

“Mungkin jiwa dan keimanan beliau sedang lemah. Sebagaimana (Sukmawati, red.) mengatakan sendiri, pemahaman Islamnya lemah atau kurang. Karena itu, umat Islam sudah seharusnya memaafkan beliau,” imbuhnya.

Bahkan, kata Ustadz Mu’ti, jika Sukmawati ingin meningkatkan dan memperdalam Islam, Muhammadiyah siap mendampingi dan bersama-sama mengamalkan ajaran Islam.

“Sebaiknya, umat Islam tetap menjaga situasi yang kondusif, menjaga persatuan bangsa, dan menjadi teladan dalam kehidupan kebangsaan,” pungkas dosen UIN Syarif Hidayatullah Jakarta tersebut. (ICOOL)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here