High Politic di Tahun Politik, Masih Relevankah?

0
709
Ramadhan-Lebaran: Dr. H. Abdul Mu'ti, M.Ed. Sekretaris Umum PP Muhammadiyah. (Foto: Spesial)

WAWANCARA EKSKLUSIF
dengan
Dr. H. Abdul Mu’ti, M.Ed.
Sekretaris Umum PP Muhammadiyah
(Bagian 2, Habis)

Dalam lintasan zaman dan silih bergantinya rezim kekuasaan di Indonesia, Muhammadiyah menunjukkan dirinya sebagai ormas Islam terbesar yang paling konsisten dengan pilihannya sebagai gerakan dakwah kultural.

Meski beberapa kali mendorong dan ‘mewakafkan’ kader terbaiknya ke pentas politik praktis, namun, secara institusional, Persyarikatan belum pernah tercatat sebagai partai politik, apalagi menjadi peserta Pemilu di Indonesia. Muhammadiyah malah menegaskan dirinya sebagai potret wajah teduh gerakan amar ma’ruf nahi munkar dan menjadi tenda besar bagi semua.

Menghadapi tahun-tahun politik, konsistensi organisasi yang kini dinahkodai Dr. H. Haedar Nasir, M.Si. tersebut kembali diuji. Apakah Muhammadiyah akan istiqamah dengan pilihan sikapnya selama ini? Berikut petikan wawancara Muhammad Syaikhul Islam Pemimpin Redaksi KLIKMU.CO dengan Dr. H. Abdul Mu’ti, M.Ed. Sekretaris Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah.

Kembali ke kancah nasional. Muhammadiyah dinilai sebagai ormas yang paling solid dan masif dalam gerakan advokasi dan filantropis. Bagaimana penilaian anda?

Alhamdulillah, organisasi dan gerakan Muhammadiyah tetap solid dan dinamis. Sistem organisasi berjalan dengan baik dan tertib. Demikian halnya dengan kesadaran organisasi, keteguhan ideologi, dan karakter gerakan. Semboyan sedikit bicara, banyak bekerja masih tertanam kuat di dalam diri anggota. Begitu pula dengan sikap amanah dan tradisi good governance. Itulah modal sosial dan moral yang dimiliki Muhammadiyah.

Filantropi Muhammadiyah semakin kuat. Mungkin saat ini sudah menjadi yang terbesar. Peran Lazismu juga semakin besar tidak terbatas pada program santunan dan layanan kemanusiaan, tetapi juga pemberdayaan dan advokasi. Jiwa kedermawanan, welas asih, dan kepedulian sosial di Muhammadiyah yang tumbuh sejak awal berdirinya Muhammadiyah tetap terpelihara dengan baik, bahkan semakin kuat seiring peningkatan kesejahteraan ekonomi anggota dan perkembangan amal usaha.

Muhammadiyah menyambut tahun politik menuju pesta demokrasi tahun depan. Bagaimana Muhammadiyah memosisikan diri?

Muhammadiyah adalah salah satu organisasi yang turut serta mendirikan dan membangun Indonesia. Kiprah Muhammadiyah dalam memajukan Indonesia tidak bisa diragukan. Muhammadiyah mendukung dan mendorong demokrasi dan demokratisasi. Dalam pandangan Muhammadiyah, politik merupakan sistem dan instrumen penting dalam penyelenggaraan negara.

Dalam berpolitik, Muhammadiyah konsisten bergerak dalam ranah politik kebangsaan. Maksudnya, Muhammadiyah berpolitik tidak dengan cara berafiliasi atau merubah dirinya menjadi partai politik. Muhammadiyah berpolitik melalui kemitraan dengan partai politik, pemerintah, dan institusi negara yang lainnya berdasarkan prinsip kemitraan strategis (strategic partnership) berbasis kesamaan nilai, visi, dan kepentingan umat dan bangsa, bukan pragmatisme kekuasaan.

Muhammadiyah tidak anti-partai politik dan kekuasaan. Keduanya merupakan institusi yang sangat penting. Karena itu, Muhammadiyah memberikan kesempatan dan mendukung kader dan anggotanya yang memiliki kemampuan dan kemauan untuk berkiprah melalui lembaga politik dan eksekutif. Di kalangan anggota Muhammadiyah terdapat pluralitas politik.

Dalam konteks inilah, netralitas Muhammadiyah sebagai organisasi begitu penting untuk menjadikan Muhammadiyah sebagai rumah besar bagi para politisi Muhammadiyah. Pemihakan Muhammadiyah pada partai tertentu berpotensi mengeksklusi anggota yang berbeda-beda afiliasi partai politiknya. Peran politik Muhammadiyah disalurkan melalui jalur komunikasi dan kemitraan strategis dengan partai politik, legislatif, dan pengambil kebijakan eksekutif.

Muhammadiyah menegaskan posisi politik kebangsaannya dengan politik adiluhung, politik kebangsaan, atau high politic. Apakah konsep itu masih relevan?

High politic itu tetap relevan. Sebagai gerakan dakwah amar ma’ruf nahi munkar, Muhammadiyah konsisten memperjuangkan nilai-nilai Islam dan akhlaq al-karimah. Muhammadiyah tidak berorientasi kekuasaan, tetapi berusaha memberi nilai dalam kehidupan kebangsaan dan perundangan serta memandu moral para pemegang kekuasaan.

Muhammadiyah senantiasa memberikan masukan dan koreksi konstruktif untuk kemajuan bangsa. Dalam Sidang Tanwir Muhammadiyah di Samarinda, Muhammadiyah merumuskan konsep dasar Indonesia Berkemajuan untuk disampaikan kepada DPR, pimpinan partai politik, dan pemerintah. Sebagai langkah korektif, Muhammadiyah melakukan Judicial Review beberapa undang-undang yang merugikan negara dan bertentangan dengan UUD 1945. Muhammadiyah mengembangkan politik garam, bukan politik gincu.

Faktanya, Muhammadiyah butuh politik dan kekuasaan untuk kepentingan dakwahnya. Namun, Muhammadiyah juga pernah secara tegas agar kader-kadernya mundur dari jabatan di AUM bagi yang terjun ke politik praktis. Bagamaina dengan regulasi itu?

Politik praktis itu sarat kepentingan. Larangan kader Muhammadiyah yang bekerja dan memimpin AUM untuk tidak terlibat dalam politik praktis jangan dimaknai sebagai membatasi atau meminggirkan para politisi. Muhammadiyah ingin agar AUM dikelola penuh waktu dan profesional, tidak sambilan.

Secara umum, pimpinan AUM juga tidak boleh merangkap sebagai pimpinan Persyarikatan. Akan tetapi Muhammadiyah tidak memberlakukan aturan secara kaku. Dalam keadaan tertentu, demi kemaslahatan, perangkapan jabatan pimpinan AUM dengan partai politik dan pimpinan Persyarikatan diperbolehkan dengan izin khusus.

Jadi, persoalannya adalah profesionalitas dan totalitas. Mengelola AUM tidak mudah dan sederhana. Karena itu, bagi kader dan anggota Muhammadiyah yang berkiprah di partai politik, mereka seharusnya tetap berkomitmen menjaga dan membawa nilai-nilai Islam dalam berpolitik. Senantiasa menjadi uswah dengan akhlaq al-karimah sebagai bagian dari dakwah. Berpolitik dan bekerja di AUM adalah sarana dakwah dan ibadah, bukan tujuan dan semata-mata untuk mencari maisyah. (ICOOL)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here