Hilman Latief: Lazismu Harus Lebih Ramping dan Dinamis

0
528
Ketua Badan Pengurus Lazismu Pusat Prof Dr Hilman Latief PhD saat Rakernas 2021 secara daring. (AS/KLIKMU.CO)

KLIKMU.CO – Dalam pembukaan Rakernas Lazismu 2021 secara daring Jumat (4/12/2020), Ketua Badan Pengurus Lazismu Pusat Prof Dr Hilman Latief PhD berharap agar rakernas ini dapat membuat Lazismu kian solid. Selain itu, ia berharap ada peningkatan dari jumlah penghimpunan serta ada kebijakan-kebijakan yang bisa mengakselerasi Lazismu sebagai organisasi pengelola zakat nasional.

“Lazismu ini terlalu gemuk. Saya ingin Lazismu secara kelembagaan lebih ramping dan dinamis secara struktural. Tidak perlu semua AUM punya Kantor Layanan Lazismu. Dua puluh kantor dengan penghimpunan Rp 500 miliar lebih baik daripada 500 kantor dengan penghimpunan Rp 20 miliar,” jelasnya dikutip dari Lazismu.org.

Menurut Hilman, tema rakernas tentang digitalisasi filantropi meniscayakan tidak perlunya banyak kantor. Namun, yang penting adalah menggerakkan kantor-kantor yang sudah ada untuk melakukan penghimpunan secara digital. Digitalisasi filantropi diharapkan bisa memperkuat Lazismu, khususnya dalam penghimpunan secara digital.

Alumni Utrecht University, Belanda, ini menyebut bahwa salah satu target Lazismu yang akan diperbaiki di rakernas adalah penguatan SDM. Dengan penguatan SDM, Lazismu dapat memperbaiki tata kelola organisasi. Lazismu akan terus memperkuat SDM sampai 2022, baik amil dasar, amil ahli, dan lain-lain.

Dia menyebut bahwa tata kelola harus terus ditingkatkan. Mulai kemampuan manajerial, kemampuan perencanaan, kemampuan manajemen program, kemampuan menyusun agenda strategis, kemampuan mengelola tim, dan lain-lain.

“Ke depan kita menginginkan amil kita lebih bergairah, skill full, punya visi, punya kemampuan manajerial yang baik. Ketika itu tercapai, kita baru bicara soal keberhasilan lembaga,” imbuhnya dalam acara yang juga disiarkan di TVMU tersebut.

Amil-amil Lazismu harus semakin sadar dengan angka, fakta, dan data. Kesadaran angka adalah kesadaran penting untuk memutuskan sesuatu dengan tepat. “Dengan digital fundraising yang dipadukan dengan literasi angka, gerakan dan pencapaian Lazismu dapat semakin terukur dan terarah. Ada data yang bisa dibaca oleh masyarakat dengan jelas,” tandasnya. (Yusuf/AS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here