Hina Islam Ngaku Nabi, Hukuman Menanti Jozeph Paul Zhang

0
431
Jozeph Paul Zhang. (Inews.id)

KLIKMU.CO – Pernyataan Jozeph Paul Zhang yang menghina Islam dengan mengaku sebagai nabi ke-26 mendapat kecaman. Wakil Menteri Agama (Wamenag) Zainut Tauhid Sa’adi menyesalkan tindakan penistaan agama tersebut. Wamenag menilai pernyataan itu bisa menebarkan rasa kebencian dan permusuhan kepada umat Islam.

“Saya sudah melihat videonya. Dan apa yang diucapkan Jozeph Paul Zhang dapat melukai perasaan umat Islam dan dapat menimbulkan situasi yang mengganggu harmoni kehidupan umat beragama di Indonesia,” ujar Wamenag di Jakarta, Ahad (18/4/2021).

Pihaknya mendukung aparat kepolisian untuk mengambil langkah-langkah hukum agar masalah ini dapat segera ditangani dengan baik dan tidak melebar ke mana-mana.

Kepada umat Islam, Wamenag mengimbau agar dapat menahan diri, tetap khusyuk dalam melaksanakan ibadah puasa Ramadhan, dan tidak terpancing dengan melakukan tindakan balasan yang dapat menimbulkan suasana semakin panas dan menjurus kepada konflik yang bernuansa SARA.

“Mari kita jaga puasa Ramadhan ini dengan khusyuk agar terpelihara dari hawa nafsu yang dapat merusak dan mengurangi pahala ibadah puasa kita,” pesannya.

Wamenag juga mengimbau kepada semua umat beragama untuk menjaga kerukunan dan persaudaraan sesama anak bangsa. Caranya, saling mengedepankan sikap bertoleransi, menghormati, dan menghargai keyakinan umat agama lain agar kerukunan hidup umat beragama di Indonesia dapat terus dipelihara.

Jozeph Paul Zhang mendadak viral di media sosial setelah melalui video menantang warga untuk melaporkannya ke polisi karena mengaku sebagai nabi ke-26. Pernyataan tersebut dibuat dalam sebuah forum diskusi via Zoom yang juga ditayangkan di akun YouTube pribadinya. Forum Zoom itu bertajuk “Puasa Lalim Islam”.

Kini dia juga sudah dilaporkan kepada polisi. Laporan Bareskrim tertanggal 17 April 2021 ini dilakukan agar tidak ada pihak yang melakukan hal serupa. Juga memberikan efek jera. ”Laporannya soal ujaran kebencian,” kata Direktur Komite Pemberantasan Mafia Hukum (KPMH) Husin Alwi Shihab yang melapor.

”Semoga dengan laporan ini bisa meredam sentimen antaragama,” sambungnya dalam keterangan tertulis Ahad (18/4/2021) dikutip dari Jawa Pos.

Ada dua dugaan mengenai lokasi Jozeph. Dari pencarian Polri, Jozeph terdeteksi ke Hongkong sejak 2018. Namun, berdasar informasi lainnya, pelaku disebut berada di Jerman. (AS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here